Jakarta Selatan, 8 Agustus 2026 — Polsek Metro Setiabudi melaksanakan kegiatan razia stasioner dalam rangka mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) di wilayah hukum Polsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu dini hari.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 01.20 WIB hingga 01.57 WIB tersebut menyasar sejumlah potensi gangguan kamtibmas, di antaranya penyalahgunaan narkoba, tawuran, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Sebelum pelaksanaan razia, personel terlebih dahulu mengikuti apel di halaman Polsek Metro Setiabudi. Kegiatan tersebut berada di bawah kendali Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto, S.H., S.I.K., M.A., sementara apel dipimpin oleh Ipda M. Fresly AH, selaku Pawas 2-0/Kapolsubsektor Patra Jasa Polsek Metro Setiabudi.
Dalam arahannya, Ipda M. Fresly AH meminta seluruh personel untuk melaksanakan kegiatan dengan penuh kewaspadaan namun tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Personel yang melaksanakan operasi tetap waspada dan humanis menghadapi masyarakat. Razia disesuaikan dengan titik-titik kerawanan dengan sasaran orang yang mencurigakan,” demikian arahan dalam apel.
Razia kemudian dilaksanakan di Jalan Guru Mughni, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Sebanyak 12 personel Polsek Metro Setiabudi diterjunkan dalam kegiatan tersebut dengan pimpinan Ipda M. Fresly AH.
Petugas menyasar daerah yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya potensi tawuran, penyalahgunaan narkoba, curat, curas, dan curanmor.
Dari hasil kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Metro Setiabudi terpantau aman dan kondusif. Dalam pelaksanaan razia, petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Vario tanpa plat nomor kendaraan.
Kegiatan razia berakhir pada pukul 01.57 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Setelah razia, personel diarahkan untuk menempati sejumlah strong point guna mengantisipasi aksi trek-trekan serta berbagai bentuk kejahatan jalanan, termasuk curat, curas, curanmor, dan gangguan kamtibmas lainnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta menciptakan situasi yang kondusif bagi masyarakat di wilayah hukum Polsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan.
Jakarta Selatan — Jajaran 3 Pilar bersama Potmas Polsek Mampang melaksanakan Operasi Cipta Kondisi dan patroli mobile skala sedang di wilayah Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat–Sabtu (7–8 Agustus 2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada malam hingga dini hari. Petugas menyambangi sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas.
Patroli menyasar titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi kerumunan, tawuran, balap liar, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Selain melakukan pemantauan wilayah, jajaran 3 Pilar bersama Potmas Polsek Mampang juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan para pelaku usaha agar turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu gangguan kamtibmas serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan.
Melalui kegiatan patroli mobile dan Operasi Cipta Kondisi ini, jajaran 3 Pilar bersama Potmas Polsek Mampang berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan preventif dan menjaga situasi wilayah Kecamatan Mampang Prapatan agar tetap aman, tertib, dan kondusif.
Jakarta Selatan – Wakapolsek Jagakarsa memimpin kegiatan operasi kepolisian dengan melakukan pengecekan kendaraan bermotor di wilayah Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya tindak kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.
Polsek Jagakarsa akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan operasi kepolisian guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat di wilayah hukum Polsek Jagakarsa.
Jakarta Selatan – Polsek Pancoran menggelar Operasi Cipta Kondisi dan Patroli Mobile skala sedang. Operasi ini menyasar pelaku begal, curanmor, narkoba dan gangguan kamtibmas lainnya guna menciptakan situasi aman di wilayah Kecamatan Pancoran.
Operasi dipimpin langsung Waka Polsek Pancoran AKP Pulung Wahyu Umboro dan dilaksanakan Sabtu (08/08/2026) pukul 01.00 WIB s/d selesai.
Sasaran Operasi
Pelaku begal dan kejahatan jalanan
Pelaku kejahatan 3C: Curat, Curas dan Curanmor
Modus tawuran dan gangguan kamtibmas lain yang meresahkan
Lokasi dan Rute Patroli Petugas melakukan razia dan patroli di:
Sepanjang Fly Over Kalibata
Sepanjang Jl. Hj. Tutty Alawiyah
Sepanjang Jl. TMPN Kalibata, dilanjutkan Jl. Pasar Minggu Raya dan Jl. Duren Tiga Dilaksanakan juga Strong Point dan Patroli Blue Light di titik-titik rawan.
Kekuatan Personil Jumlah 15 personil gabungan, dengan rincian:
Polsek Pancoran: 11 Personil
Pokdarkamtibmas: 2 Personil
Pemuda Pancasila: 2 Personil
Hasil Kegiatan
Razia dilaksanakan di Jl. Kalibata Timur 1. Situasi aman dan terkendali.
Petugas memberikan himbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap kejahatan jalanan, terutama saat berkendara di malam hari.
Mengajak seluruh wilayah di Kec. Pancoran untuk tetap antisipasi dan bersinergi dalam mencegah begal, curanmor dan peredaran narkoba.
“Kami akan terus hadir di jam-jam rawan. Dengan operasi ini diharapkan potensi kejahatan bisa ditekan dan warga Pancoran merasa aman,” ujar AKP Pulung Wahyu Umboro.
Jakarta Selatan – Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Wakapolsek Metro Kebayoran Baru, Kompol Sami Waskita W.S., S.Kom, memimpin langsung kegiatan razia cipta kondisi yang difokuskan pada antisipasi kejahatan jalanan (3C), tawuran, balap liar, aksi begal, serta peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Metro Kebayoran Baru.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, mulai pukul 01.00 WIB, dengan titik pelaksanaan di Jalan Kyai Maja dan berlanjut di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di Traffic Light Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pada pukul 01.05 WIB, personel melaksanakan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas dengan sasaran senjata tajam, narkoba, barang berbahaya, serta kelengkapan administrasi kendaraan. Razia berlangsung secara humanis dan berakhir pada pukul 02.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Dari hasil kegiatan, petugas memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm sesuai ketentuan. Selain itu, dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan beserta barang bawaan dan bagasi, dengan hasil tidak ditemukan barang yang mencurigakan maupun berkaitan dengan tindak pidana. Petugas juga mengamankan 14 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Kegiatan melibatkan 18 personel Polsek Metro Kebayoran Baru di bawah pimpinan Kompol Sami Waskita W.S., S.Kom, dengan pengendali kegiatan Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, S.Sos., S.I.K., M.Sc., M.T.
Melalui kegiatan razia cipta kondisi ini, Polsek Metro Kebayoran Baru terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mencegah potensi gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan jalanan, aksi tawuran, balap liar, begal, dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Jakarta Selatan.
Jakarta Selatan – Sebagai langkah upaya menciptakan situasi kewilayah yang aman dan kondusif, Polsek Cilandak kembali mengintensifkan kegiatan patroli dan operasi kewilayahan melalui Ops Pencegahan kejahatan jalanan dan potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum polsek cilandak di sejumlah titik rawan gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Cilandak, Sabtu (08/08/2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 24.00 WIB tersebut dipimpin di bawah pengendalian pengawas Akp Kusnardi Kanit Bimas Yang melibatkan personel Polsek Cilandak yang melaksanakan tugas piket malam.
Petugas terlebih dahulu menempati sejumlah titik strong point yang dinilai memiliki potensi kerawanan, di antaranya Jalan Fatmawati raya cilandak, Jalan Cipete Raya cipete selatan, Jalan Antasari raya cilandak barat, Jalan Simatupang raya cilansak barat, hingga Jalan Ra kartini raya cilandak barat. Pondok labu raya Setelah pelaksanaan pengamanan titik rawan, kegiatan dilanjutkan dengan patroli bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan utama di wilayah Cilandak.
Selama pelaksanaan patroli, personel juga melakukan pemantauan situasi lingkungan, pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai, serta memberikan imbauan kepada masyarakat yang masih berkumpul pada jam rawan agar kembali ke rumah masing-masing guna mencegah terjadinya gangguan keamanan.
Operasi tersebut difokuskan pada pencegahan berbagai bentuk gangguan Kamtibmas seperti aksi begal, tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), balap liar, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga kepemilikan senjata tajam maupun senjata api ilegal yang membahayakan warga masyarakat
Kapolsek Cilandak menegaskan bahwa kegiatan patroli dan operasi kewilayahan akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif dalam menekan angka kriminalitas sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Jakarta — Dunia e-sports terus berkembang dan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Aktivitas yang dahulu identik dengan hiburan kini telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan, membangun komunitas, berkompetisi, hingga meraih prestasi.
Semangat tersebut hadir dalam E-Sports Kapolri Cup 2026 yang resmi dibuka di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Mengusung tagline “Dream to Become”, kompetisi ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang e-sports sekaligus menunjukkan bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat berkembang menjadi prestasi.
Yang bertanding dalam Kapolri Cup 2026 bukan anggota Polri, melainkan masyarakat umum.
Kompetisi ini terbuka bagi anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports. Mereka mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing, kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga mendapatkan kesempatan tampil di tingkat nasional.
Dengan mekanisme tersebut, Polri tidak menjadi pemain dalam kompetisi, tetapi menjadi pihak yang membuka ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.
Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap e-sports sekaligus memperlihatkan besarnya potensi talenta digital yang dimiliki Indonesia.
Polri Bersama Komdigi dan IESPA Bangun Ekosistem E-Sports
Pengembangan e-sports sebagai ruang prestasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Karena itu, Polri membangun kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia Esports Association (IESPA) serta berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN. Sementara jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa e-sports kini tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas permainan. E-sports telah berkembang menjadi bagian dari pengembangan talenta digital, olahraga prestasi, industri kreatif, ekonomi digital, sekaligus ruang interaksi positif bagi generasi muda.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan Polri ingin hadir di ruang yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” ujar Komjen Dedi.
Menurutnya, kehadiran Polri di ekosistem digital tidak sekadar berbicara mengenai pengamanan. Polri juga ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.
“Di sinilah Polri hadir bersama generasi muda, memberikan ruang untuk tumbuh, berkarya, berprestasi, sekaligus membangun hubungan yang semakin dekat dan saling percaya,” katanya.
Dari Hobi Menjadi Skill, dari Skill Menjadi Prestasi
Melalui tagline “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 membawa pesan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan mampu bersaing di tingkat global.
“Saya berharap kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tagline ‘Dream to Become’ akan melahirkan banyak talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan berdaya saing global,” ujar Komjen Dedi.
Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara. E-sports juga membutuhkan karakter dan kemampuan membangun kerja sama.
Sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas dan jiwa kepemimpinan menjadi nilai yang harus tumbuh dalam setiap kompetisi.
“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Wakapolri.
Komjen Dedi juga mengingatkan peserta agar menjadikan Kapolri Cup 2026 sebagai ruang pembentukan karakter, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.
Jago Bermain, Cerdas di Ruang Digital
Di balik peluang besar yang ditawarkan dunia digital, terdapat tantangan yang juga perlu diwaspadai. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman di ruang siber.
Karena itu, Polri mendorong edukasi digital citizenship agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sebagai pengguna ruang digital.
Ancaman seperti judi online, penipuan digital, berita bohong dan berbagai bentuk kejahatan siber harus dihadapi tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui literasi dan kesadaran masyarakat.
Wakapolri mengajak peserta Kapolri Cup 2026 menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif.
“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.
Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.
“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Melalui Kapolri Cup 2026, Polri ingin menunjukkan bahwa generasi muda tidak perlu meninggalkan dunia yang mereka sukai untuk meraih prestasi. Justru dari minat yang mereka miliki, dapat lahir kemampuan, dari kemampuan dapat lahir prestasi, dan dari prestasi dapat terbuka jalan menuju masa depan.
Polri membuka ruangnya. Masyarakat mengisi panggungnya. Ekosistem e-sports mengembangkannya.
Dari gaming menuju achievement. Dari dream menuju become.
JAKARTA – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya mengerahkan Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan kebakaran Gedung Bapenda di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam.
Tim Biddokkes diterjunkan untuk memberikan dukungan pelayanan kesehatan sekaligus mengantisipasi kebutuhan penanganan dan identifikasi korban. Biddokkes juga berkoordinasi dengan Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri.
Berdasarkan pembaruan sementara, terdapat satu korban hidup yang telah dirujuk ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis akibat mengalami hipoksia.
Biddokkes Polda Metro Jaya terus berkoordinasi dengan unsur terkait di lokasi untuk memastikan dukungan kesehatan dalam proses penanganan kebakaran berjalan optimal.
JAKARTA – Sejumlah elemen masyarakat menyatakan komitmen bersama menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kondusivitas Jakarta melalui Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi tersebut menjadi wujud kepedulian bersama untuk menjaga Jakarta sebagai rumah bagi seluruh masyarakat sekaligus etalase Indonesia di mata dunia.
Dalam deklarasi tersebut, segenap elemen masyarakat menyatakan lima sikap bersama. Pertama, menjaga Jakarta tetap aman, tertib, damai, dan nyaman sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat. Jakarta juga dipandang sebagai etalase Indonesia yang harus terus dijaga citra, keamanan, dan ketertibannya.
Kedua, elemen masyarakat menegaskan komitmen untuk bersatu dalam kebinekaan. Mereka menolak segala bentuk provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan yang berpotensi mengganggu persatuan serta kesatuan bangsa.
Ketiga, deklarasi tersebut mengajak seluruh pihak memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi. Pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, komunitas, pemuda, dan masyarakat diharapkan terus bekerja bersama dalam menjaga Jakarta agar tetap kondusif.
Keempat, elemen masyarakat berkomitmen melindungi generasi muda dan masa depan bangsa dari narkoba, kejahatan, radikalisme, serta berbagai pengaruh negatif. Upaya itu dilakukan dengan membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan berkarakter.
Kelima, seluruh elemen masyarakat menyatakan siap menjaga Jakarta untuk Indonesia dengan disiplin, kepedulian, toleransi, dan semangat kebangsaan. Komitmen tersebut diarahkan untuk mewujudkan Jakarta yang maju serta Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Perwakilan Pokdarkamtibmas, Yudi Wahyudi, mengatakan menjaga Jakarta membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk warga di lingkungan masing-masing.
“Kami dari Pokdarkamtibmas siap mendukung upaya menjaga Jakarta tetap aman, tertib, damai, dan kondusif. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Semangat Jaga Jakarta harus dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan saling menjaga, menghormati, dan bekerja sama, kita bisa ikut menciptakan Jakarta yang aman dan nyaman untuk semua ,” ujar Yudi.
Melalui semangat Jaga Jakarta untuk Indonesia, seluruh elemen masyarakat diajak mengambil peran untuk menciptakan lingkungan yang aman, menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, serta merawat persatuan dan kesatuan bangsa.
Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Apel Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026) pukul 08.00 WIB.
Apel tersebut melibatkan unsur Polri, TNI, dan masyarakat sebagai momentum memperkuat persatuan, sinergitas, serta kebersamaan lintas suku dan agama.
Sebanyak sekitar 11.000 peserta mengikuti agenda ini, terdiri atas 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10.000 warga dari berbagai elemen. Mereka berasal dari organisasi kemasyarakatan, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa menjaga Jakarta merupakan bagian dari upaya merawat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat.
“Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Melalui semangat kebangsaan, kita bangun kekuatan bersama antara unsur pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan,” ujar Komjen Pol. Asep Edi Suheri.
Pangdam Jaya Letnan Jenderal TNI Deddy Suryadi turut menegaskan bahwa Jakarta memiliki peran penting sebagai wajah Indonesia. Karena itu, stabilitas ibu kota perlu dirawat melalui kerja sama lintas elemen.
“Jakarta adalah wajah Indonesia. Ketika Jakarta aman, Indonesia semakin kuat,” ujar Letjen Deddy Suryadi.
Dalam apel tersebut, elemen masyarakat juga membacakan Deklarasi Jaga Jakarta untuk Indonesia. Deklarasi itu berisi komitmen menjaga ketertiban, menolak provokasi, intoleransi, kekerasan, dan perpecahan, serta memperkuat gotong royong.
Selain deklarasi, acara dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan bakti kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, dan laboratorium.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, Apel Kebangsaan menjadi pengingat bahwa keamanan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama.
“Apel Kebangsaan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, sinergitas, dan kebersamaan lintas suku maupun agama. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga Jakarta tetap damai dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto.
Kombes Pol. Budi Hermanto juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta terus merawat kerukunan di lingkungan masing-masing.
“Dengan sinergi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, semangat Jaga Jakarta diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan bersama untuk Indonesia,” tutupnya.