Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah binaannya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Dalam Polsek Tebet, Aiptu Evin Susanto, melaksanakan kegiatan sambang dan patroli dialogis kepada tokoh masyarakat pada Kamis (21/05/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Pal Batu II RT 04 RW 011, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dengan mengunjungi Ketua RW 11, Bapak Toto.
Pada kesempatan itu, Aiptu Evin Susanto menyampaikan berbagai imbauan kamtibmas kepada warga agar tetap menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap situasi kamtibmas di sekitar tempat tinggalnya. Warga juga diajak untuk bersama-sama membantu Kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Selain itu, Bhabinkamtibmas turut memberikan sosialisasi terkait antisipasi tindak kejahatan 3C (Curas, Curat dan Curanmor), dengan mengingatkan masyarakat yang menggunakan kendaraan sepeda motor agar selalu menggunakan kunci ganda saat parkir guna mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor.
Dalam upaya mencegah kenakalan remaja dan tawuran warga, masyarakat yang memiliki anak usia remaja diimbau agar memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB.
Aiptu Evin Susanto juga mensosialisasikan layanan Call Center 110 yang dapat dihubungi masyarakat secara gratis apabila membutuhkan bantuan Kepolisian maupun untuk melaporkan adanya gangguan kamtibmas. Warga juga diminta untuk segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila terdapat keluhan ataupun permasalahan keamanan di lingkungan sekitar.
Masyarakat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan serta kehadiran personel Polsek Tebet yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.
Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Baru Polsek Tebet, Aiptu Edy S, melaksanakan kegiatan kunjungan sambang warga di wilayah RW 08, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan sambang dilaksanakan di Jalan F Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dengan mengunjungi salah satu warga binaan, Ibu Kris. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat komunikasi antara Kepolisian dan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Edy S mengimbau warga agar lebih aktif dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja guna mencegah terjadinya kenakalan remaja maupun aksi tawuran. Warga juga diajak untuk berperan aktif dalam membina para remaja agar tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian melalui layanan Call Center 110 apabila menemukan adanya kelompok remaja yang bergerombol maupun indikasi aksi tawuran di lingkungan sekitar, sehingga dapat segera dilakukan langkah pencegahan.
Warga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran serta upaya personel Polsek Tebet dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah terpantau aman, tertib dan kondusif.
Jakarta Selatan – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah binaannya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tebet Barat Polsek Tebet, Aipda Samsul Mustofa, melaksanakan kegiatan sambang dan patroli dialogis kepada petugas PPSU pada Selasa (19/05/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Tebet Barat IV RT 07 RW 02, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dengan menyambangi petugas PPSU, Bapak Sukino.
Pada kesempatan tersebut, Aipda Samsul Mustofa menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga agar tetap menjaga keamanan lingkungan serta turut membantu tugas Kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Warga juga diimbau untuk selalu tertib dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.
Selain itu, Bhabinkamtibmas memberikan sosialisasi terkait antisipasi tindak kejahatan 3C (Curas, Curat dan Curanmor), dengan mengingatkan masyarakat yang menggunakan kendaraan sepeda motor agar selalu menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan guna mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor.
Dalam rangka mengantisipasi kenakalan remaja dan tawuran warga, masyarakat yang memiliki anak usia remaja juga diimbau agar memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB.
Tidak lupa, Aipda Samsul Mustofa turut mensosialisasikan layanan Call Center 110 yang dapat dihubungi secara gratis apabila masyarakat membutuhkan bantuan maupun kehadiran pihak Kepolisian. Warga juga diminta segera melapor kepada Bhabinkamtibmas apabila terdapat permasalahan ataupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.
Masyarakat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan serta perhatian personel Polsek Tebet yang dinilai mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bukit Duri Aiptu Saprudin dengan sigap membantu seorang pedagang yang dagangannya jatuh dan berserakan di Jalan Bukit Duri Utara, Tebet, Jakarta Selatan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman serta mempererat hubungan baik antara polisi dan warga.
Rabu, 20 Mei 2026 pukul 11.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bukit Duri Aiptu Saprudin melaksanakan kegiatan sambang dan pelayanan masyarakat di Jalan Bukit Duri Utara RT 01/04, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Saprudin membantu seorang pedagang warga setempat, Mang Asan, yang dagangannya jatuh dan berserakan di lokasi jualan. Dengan sigap, Bhabinkamtibmas membantu membereskan serta merapikan kembali dagangan milik warga sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat.
Selain memberikan bantuan, Aiptu Saprudin juga menyampaikan himbauan kamtibmas kepada warga agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar, serta mewaspadai tindak kejahatan 3C (Curas, Curat dan Curanmor).
Warga pengguna kendaraan bermotor dihimbau untuk selalu menggunakan kunci ganda guna mencegah pencurian kendaraan. Para orang tua juga diingatkan agar memastikan anak-anak remaja sudah berada di rumah maksimal pukul 22.00 WIB sebagai langkah antisipasi kenakalan remaja dan tawuran.
Dalam kesempatan tersebut turut disosialisasikan layanan Call Center 110 serta himbauan kepada masyarakat agar segera melapor kepada Bhabinkamtibmas apabila terdapat gangguan kamtibmas di lingkungan.
Warga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan oleh Bhabinkamtibmas yang telah membantu membereskan dagangannya. Kegiatan berlangsung aman, lancar dan penuh keakraban antara Polri dan masyarakat.
Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan menggelar kegiatan razia antisipasi kejahatan jalanan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), peredaran narkoba, serta tawuran warga di kawasan TL Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat dini hari (22/5/2026).
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan personel pada pukul 00.35 WIB yang dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, S.I.K., M.H. Razia kemudian dilaksanakan mulai pukul 01.00 WIB hingga selesai pada pukul 02.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabag Ops Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Tribuana Roseno, S.H., S.I.K., M.H., Kasat Narkoba AKBP Prasetyo Noegroho, S.I.K., M.M., M.H., Kasat Intelkam Kompol Dwi Susanto, S.H., M.M., Kabag Ren Kompol Agus Pribadi, S.H., M.H., Wakasat Reskrim Kompol S. Dwi Manggala Yudha, S.E., M.H., Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, S.T.K., S.I.K., serta Danramil Kebayoran Baru Mayor Arh. Jaminah.
Sebanyak 83 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut, terdiri dari 63 personel Polri dan 13 personel TNI Koramil Kebayoran Baru. Personel gabungan berasal dari Sat Narkoba, Sat Samapta, Sat Intelkam, Sat Reskrim, Tim Presisi Perintis, Sat Lantas, hingga Polsek Metro Kebayoran Baru.
Dalam pelaksanaan razia, petugas memberikan teguran kepada sejumlah pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm serta tidak membawa surat izin mengemudi (SIM). Selain itu, petugas juga memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi B 3261 SHV yang kedapatan membawa pisau lipat kecil.
Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma, S.Sos., S.I.K., M.Sc., M.T. selaku pengendali kegiatan menyampaikan bahwa razia ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi aksi kriminalitas jalanan, begal, peredaran narkoba, serta potensi tawuran di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.
Dengan adanya kegiatan razia rutin tersebut, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta menekan angka gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta Selatan.
Jakarta, 21 Mei 2026 — Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan anak, literasi digital, dan deteksi dini berbasis kolaborasi dalam menghadapi dinamika ruang digital yang terus berkembang.
Penegasan tersebut disampaikan dalam bedah buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada 20 Mei 2026, yang membahas pentingnya pendekatan pencegahan yang lebih adaptif, humanis, dan berbasis perlindungan masyarakat.
Dalam paparannya, Kadensus 88 menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru, terutama bagi anak dan remaja yang berada pada fase pencarian identitas dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial maupun ruang digital.
“Anak dan remaja berada pada fase pencarian identitas. Karena itu, penguatan literasi digital, ketahanan psikologis, dan lingkungan sosial yang sehat menjadi bagian penting agar mereka mampu menghadapi berbagai pengaruh di ruang digital secara lebih kritis dan sehat,” ujar Irjen Pol. Sentot Prasetyo.
Menurutnya, pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital perlu mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan, bukan semata pendekatan penindakan.
Berdasarkan hasil asesmen dan pemetaan, Densus 88 menemukan bahwa kerentanan anak di ruang digital dipengaruhi banyak faktor, mulai dari krisis identitas, keterasingan sosial, perundungan, hingga kebutuhan akan penerimaan sosial.
Namun demikian, Kadensus menegaskan bahwa data tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan, bukan membangun stigma terhadap anak.
“Data dan pola yang kami temukan harus menjadi dasar memperkuat perlindungan. Anak perlu dipandang sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya,” jelasnya.
Untuk itu, Densus 88 mendorong collaborative approach, yakni penguatan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, akademisi, komunitas, platform digital, dan masyarakat dalam membangun ekosistem perlindungan bersama.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi digital, deteksi dini berbasis multi-stakeholder, serta ecological prevention yang melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial secara menyeluruh.
Selain itu, berbagai program pencegahan juga terus diperkuat melalui Pendidikan Kritis dan Ketahanan Digital, edukasi di sekolah, serta penguatan kapasitas guru dan orang tua sebagai garda terdepan dalam mengenali perubahan perilaku anak sejak dini.
Pandangan tersebut mendapat penguatan dari para akademisi dan pakar lintas disiplin yang menjadi penanggap dalam bedah buku.
Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai perlindungan anak perlu menjadi perhatian utama, terutama terhadap anak yang mengalami alienasi sosial, merasa tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan psikologis.
“Pendekatan perlindungan dan deteksi dini terhadap anak menjadi sangat penting, terutama di tengah perubahan pola interaksi sosial di era digital,” ujar Dr. Zora Arfina Sukabdi.
Sementara itu, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D., mengingatkan bahwa pencegahan harus tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti ilmiah, sehingga tidak menimbulkan stigma atau generalisasi terhadap generasi muda.
Pandangan lain disampaikan psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto, yang menekankan pentingnya penguatan kesehatan mental dan ketahanan psikologis sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih tangguh menghadapi tantangan ruang digital.
Sementara Dr. Ismail Fahmi menyoroti pentingnya edukasi publik dan sistem deteksi dini berbasis data agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap perubahan dinamika digital.
Menutup paparannya, Kadensus 88 menegaskan bahwa tujuan utama berbagai upaya tersebut adalah membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Tujuan akhirnya bukan menciptakan rasa takut, tetapi membangun kesadaran bersama agar anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan memiliki ketahanan menghadapi tantangan era digital,” tutup Irjen Pol. Sentot Prasetyo.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keamanan masa depan dibangun melalui perlindungan, pendidikan, kolaborasi, dan penguatan ketahanan generasi muda.
Jakarta Barat — Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan panen ikan nila merah di Greenhouse SPPG Palmerah, Jakarta Barat, Rabu sore (20/5/2026).
Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Ardanto Nugroho sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan penguatan ekosistem rantai pasok bahan baku sumber protein yang berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Kombes Pol Ardanto Nugroho menyampaikan bahwa budidaya ikan nila merah di Greenhouse Palmerah merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat dalam menghadirkan sumber pangan protein berkualitas, aman dan berkesinambungan.
“Ikan nila ini telah dibudidayakan selama kurang lebih 120 hari sejak penebaran benih dengan perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan dan terstandar,” ujarnya, Rabu, 20/5/2026
Panen kali ini merupakan panen parsial ke-3 setelah sebelumnya dilakukan pemanenan beberapa minggu lalu.
Dari hasil panen tersebut, diperoleh sebanyak 219 kilogram ikan nila merah yang nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku di SPPG Palmerah Polda Metro Jaya.
Ardanto menjelaskan bahwa pengembangan Greenhouse Palmerah akan terus dilakukan secara konsisten, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal SPPG Palmerah, tetapi juga sebagai upaya mendukung suplai bahan pangan bagi SPPG Polri lainnya di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program kemandirian pangan nasional, khususnya dalam penyediaan sumber protein yang sehat dan berkualitas bagi masyarakat.
Melalui program budidaya berkelanjutan ini, diharapkan Greenhouse Palmerah dapat terus berkembang menjadi salah satu sentra pangan mandiri yang mampu memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat sekitar.
Jakarta – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Dinas KPKP DKI Jakarta mengecek kesiapan hewan kurban di Perumda Dharma Jaya, Kamis (21/5/2026), untuk memastikan hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dalam kondisi sehat, layak, dan distribusinya berjalan aman.
Kegiatan tersebut dihadiri Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon, Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Dr. Muh. Ardila Amry, IPTU Sindhu Satria., S.I.K., M.H. (Satgas Pangan PMJ), dan Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Dr. drh. Hasudungan A. Sidabalok, serta Direktur Keuangan & SDM Perumda Dharma Jaya Maulana Lazuardi.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penyiapan hewan kurban di Dharma Jaya berjalan sesuai ketentuan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi kesehatan hewan, kebersihan tempat penampungan, proses penyiapan, hingga kesiapan distribusi menjelang Idul Adha.
“Ini bagian dari tugas kami dalam menghadapi Idul Adha. Kami melihat langsung proses penyiapan sampai pendistribusian, termasuk aspek kebersihan dan kesehatan hewan kurban,” ujarnya, pada Kamis (21/5/2026).
Lanjut, Kombes Victor menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan sementara, sapi yang berada di Dharma Jaya dalam kondisi baik dan belum ditemukan indikasi penyakit mulut dan kuku atau PMK maupun Lumpy Skin Disease atau LSD. Meski begitu, pengawasan tetap dilakukan bersama Dinas KPKP DKI Jakarta agar seluruh tahapan persiapan hingga distribusi hewan kurban berjalan aman sampai pelaksanaan Idul Adha.
“Dari hasil pengecekan sementara, sapi yang berada di Dharma Jaya dalam kondisi baik. Namun pengawasan tetap kami lakukan bersama dinas terkait, mulai dari aspek kesehatan, kebersihan, hingga proses distribusi, agar pelaksanaan Idul Adha berjalan aman, lancar, dan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang layak,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Dr. drh. Hasudungan A. Sidabalok mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya yang ikut melakukan pengawasan terhadap kesiapan hewan kurban menjelang Idul Adha. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi penting untuk memastikan hewan kurban yang beredar di Jakarta dalam kondisi sehat dan layak.
“Kami mengapresiasi dukungan Polda Metro Jaya dalam pengawasan ini. Pemeriksaan hewan kurban tidak hanya menyangkut ketersediaan, tetapi juga aspek kesehatan, kelayakan, dan keamanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban,” ujar Hasudungan.
Hasudungan mengatakan setiap hewan kurban yang masuk ke Jakarta harus melalui pemeriksaan dokumen dan pengecekan klinis oleh petugas. Jika ditemukan gejala mencurigakan, petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan melalui laboratorium.
“Prinsipnya, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai ketentuan. Karena itu, pengawasan dilakukan sejak hewan masuk, berada di tempat penampungan, hingga proses distribusi,” katanya.
Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman identik dengan organisasi tertutup, doktrin ideologi yang kaku, dan pola rekrutmen konvensional, kini ancaman berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.
Perubahan wajah ancaman tersebut menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.
Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif keamanan, psikologi, hukum, teknologi, dan perlindungan anak untuk membaca ancaman terorisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.
Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan ancaman harus direspons dengan perubahan cara berpikir dan strategi pencegahan.
“Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.
Menurut Wakapolri, mitigasi embrio terorisme tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus memperkuat literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat membaca risiko sejak dini.
Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi nasional yang lebih kuat.
“Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital,” ujar Kepala BNPT.
Ia menilai pendekatan preventif menjadi penting agar negara mampu membangun ketahanan masyarakat sebelum ancaman berkembang menjadi tindakan nyata.
Di sisi lain, Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menekankan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif seiring perubahan pola ancaman.
“Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan,” kata Irjen Pol. Sentot Prasetyo.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan deteksi dini terhadap kerentanan anak dan remaja yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan ekstremisme digital.
Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan masyarakat.
Radikalisasi di Era Digital Tidak Lagi Selalu Bertahap
Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai buku tersebut memperkaya teori counter-terrorism yang selama ini digunakan. Menurutnya, proses radikalisasi di era digital tidak selalu berlangsung bertahap sebagaimana teori klasik, tetapi dapat mengalami lompatan cepat akibat intensitas paparan digital.
Ia menyoroti kerentanan generasi muda yang mengalami alienasi sosial, perasaan tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, yang dapat menjadi pintu masuk narasi ekstrem.
Ekstremisme Modern Kini Dibentuk oleh Algoritma dan Identitas Digital
Guru Besar hukum pidana Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. menilai kelompok ekstrem modern tidak lagi sekadar membangun propaganda, tetapi juga pengalaman emosional, identitas kelompok, dan keterikatan psikologis yang menarik bagi generasi digital.
Ia mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Luka Psikologis Bisa Menjadi Pintu Masuk Radikalisasi
Psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menyoroti bahwa akar kerentanan terhadap radikalisasi sering kali bukan hanya konten ekstrem, tetapi riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial yang tidak tertangani.
Menurutnya, intervensi perlu mencakup pendekatan klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan hanya kontra-radikalisasi.
AI dan Analisis Data Didorong Jadi Instrumen Deteksi Dini
Pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi menekankan perlunya kolaborasi antara aparat dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, guna mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman.
Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi menyampaikan satu benang merah yang sama: terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pola lama.
Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat.
Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan arah Transformasi Polri dalam menjaga keamanan nasional menghadapi perubahan ancaman global.
Karena ancaman yang berubah menuntut cara memahami dan mencegahnya ikut berubah.
Jakarta Selatan – Dalam rangka mempererat sinergitas antara aparat pemerintah, kepolisian, dan masyarakat, Kapolsek Mampang Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Dian Pornomo, S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Silaturahmi Forum RT/RW dan Sosialisasi Team ASIK (Ambulance Siaga Kelurahan), yang berlangsung pada Selasa malam, 19 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai, bertempat di Jl. Bangka IXC No. 99 RT 010/010, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kanit IK Polsek Mampang Iptu M. A. Luhulima, S.H., Ps. Kanit Bimas Polsek Mampang Ipda Suyadi, S.H., Lurah Pela Mampang Bpk. Teuku Ali, Sekkel Bpk. Aris, Kasipem Bpk. Feri Haryanto, Kasiekbang Bpk. Andrico, Ketua Forum RW Kelurahan Pela Mampang Bpk. H. Budiman, para Ketua RW dan RT se-Kelurahan Pela Mampang, serta LMK Kelurahan Pela Mampang.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Lurah Pela Mampang, Bpk. Teuku Ali, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Mampang beserta jajaran yang telah berkenan hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Forum RW selaku tuan rumah serta seluruh Ketua RW dan RT yang hadir sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Kapolsek Mampang AKP Dian Pornomo, S.I.K., M.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas undangan serta kesempatan untuk hadir dan bersilaturahmi bersama para tokoh masyarakat. Kapolsek juga memberikan himbauan kamtibmas terkait situasi keamanan yang saat ini menjadi perhatian bersama, seperti aksi jambret, begal, dan tawuran warga.
Kapolsek menjelaskan bahwa Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengoptimalkan pengelolaan sekitar 24 ribu CCTV guna mendukung pencegahan tindak kejahatan serta mempercepat respon terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Meski demikian, Polri tetap mengajak seluruh masyarakat agar terus aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan setiap informasi sekecil apa pun kepada pihak kepolisian, baik melalui Bhabinkamtibmas maupun layanan pengaduan 110.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan satu unit mobil Ambulance dari ahli waris H. Husaeni kepada pengurus Team Ambulance Kelurahan Pela Mampang. Kehadiran ambulance siaga tersebut diharapkan dapat membantu memberikan pelayanan dan pertolongan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan medis maupun sosial kemasyarakatan.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi lingkungan hidup terkait pengolahan sampah oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan tiga poin utama, yakni pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga menjadi kategori organik, anorganik, dan B3, pengolahan sampah mandiri melalui bank sampah dan komposter komunal, serta target pengurangan volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 30 persen dalam dua tahun melalui pengurangan sampah plastik sekali pakai dan peningkatan daur ulang di tingkat komunitas.
Sekitar pukul 22.00 WIB kegiatan silaturahmi Forum RT/RW dan sosialisasi Team ASIK selesai dilaksanakan dan dilanjutkan dengan ramah tamah. Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.