Polsek Tebet kembali melaksanakan Operasi Cipta Kondisi sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026) dini hari. Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Tebet AKP Tomy Sugiyono, S.H., M.H., di Mako Polsek Tebet.
Dalam arahannya, personel ditekankan untuk meningkatkan patroli dialogis pada jam-jam rawan guna mengantisipasi aksi begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta peredaran narkoba. Selain itu, personel juga diarahkan untuk memberikan imbauan secara humanis kepada para remaja yang masih berkumpul pada malam hingga dini hari, meningkatkan kewaspadaan, segera melaporkan setiap kejadian menonjol melalui jalur komunikasi dinas, serta mengedepankan dokumentasi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sebanyak tujuh personel Polsek Tebet diterjunkan dalam kegiatan ini dengan menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, di antaranya Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jalan MT Haryono, Jalan Asem Baris Raya, Stasiun Tebet, Jalan Bukit Duri Tanjakan, Jalan Manggarai Utara, dan Jalan Dr. Saharjo. Petugas juga melaksanakan razia di kawasan Jalan Manggarai Utara I yang menjadi salah satu lokasi antisipasi tindak kriminalitas dan peredaran narkoba.
Dalam pelaksanaannya, petugas mendapati satu pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan pelat nomor kendaraan sesuai ketentuan. Terhadap pengendara tersebut dilakukan peneguran, pemasangan kembali pelat nomor yang semestinya, serta diberikan edukasi agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi terjadinya aksi begal, curanmor, maupun peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Tebet.
Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Polsek Mampang melaksanakan Operasi Razia Cipta Kondisi pada Selasa malam (7/7/2026) hingga dini hari. Kegiatan dipimpin oleh Pawas Panit Intelkam Polsek Mampang, Ipda Aifan Roja, S.H., dengan melibatkan 13 personel.
Operasi menyasar sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polsek Mampang, di antaranya Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Taman Kemang, Jalan Bangka Raya, Jalan Kemang Raya, dan Jalan Kapten P. Tendean. Sasaran kegiatan meliputi pencegahan penyalahgunaan narkoba, tawuran, kepemilikan senjata tajam, minuman keras, aksi begal, serta tindak pidana Curat, Curas, dan Curanmor.
Selain patroli skala sedang hingga besar, petugas juga melakukan pemeriksaan kendaraan secara humanis dan profesional serta membubarkan kerumunan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Dari hasil kegiatan, petugas mengamankan 1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.
Polsek Mampang terus berkomitmen menghadirkan rasa aman bagi masyarakat melalui kegiatan preventif dan penegakan hukum yang profesional, humanis, serta berkesinambungan. Mari bersama menjaga keamanan lingkungan dan segera laporkan setiap potensi gangguan kamtibmas kepada pihak kepolisian.
Jakarta Selatan — Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Polsek Pesanggrahan kembali menggelar Operasi Antisipasi Gangguan Kamtibmas yang menyasar tindak pidana 3C (Curas, Curat, dan Curanmor), aksi begal, serta peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Rabu (08/07/2026) dini hari.
Kegiatan yang dimulai pukul 01.00 WIB tersebut dilaksanakan di bawah kendali Kapolsek Pesanggrahan KOMPOL Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA. dan dipimpin oleh Aiptu Adisma Sinaga selaku Panit II Samapta, dengan melibatkan sebanyak 10 personel Polsek Pesanggrahan.
Sebelum pelaksanaan patroli dan razia, seluruh personel mengikuti apel kesiapan. Dalam arahannya, pawas menekankan pentingnya melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, namun tetap tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum. Personel juga diingatkan untuk mengutamakan keamanan dan keselamatan selama bertugas di lapangan.
Operasi difokuskan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas, di antaranya Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan dan Jalan Ulujami Raya. Di lokasi tersebut, petugas melaksanakan patroli mobile, pemeriksaan kendaraan, serta pemantauan terhadap aktivitas masyarakat guna mengantisipasi aksi kejahatan jalanan.
Selama kegiatan berlangsung, petugas berhasil mengamankan satu unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Kendaraan tersebut selanjutnya diamankan ke Mako Polsek Pesanggrahan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Kapolsek Pesanggrahan menegaskan bahwa kegiatan patroli dan razia akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan terjadinya tindak kejahatan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, serta menjadi wujud komitmen Polsek Pesanggrahan dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang Presisi melalui kehadiran personel di tengah masyarakat.
Jakarta Selatan – Unsur 3 Pilar Kecamatan Pancoran kembali menggelar Apel Operasi Cipta Kondisi untuk menekan angka kejahatan jalanan. Apel dilaksanakan di Jl. Hj. Tutty Alawiyah, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Rabu (08/07/2026) pukul 01.00 WIB.
Apel dipimpin langsung oleh Pawas 2.0 Aiptu Raja Darma P., S.H. Kegiatan ini diikuti 10 personel dengan rincian 8 personel Polsek Pancoran dan 2 unsur masyarakat.
Arahan Pimpinan Apel
Dalam arahannya, Aiptu Raja Darma menyampaikan bahwa operasi malam ini merupakan bagian dari Operasi 2.1 (Razia) Cipta Kondisi. Fokus utama adalah mengantisipasi kejahatan jalanan yang sedang marak dengan patroli mobile skala sedang ke titik-titik kerumunan masyarakat seperti tempat nongkrong di wilayah hukum Polsek Pancoran.
“Untuk para pemuda yang nongkrong di tempat rawan agar segera dibubarkan. Hal itu berpotensi memicu tawuran dan kejahatan jalanan,” tegasnya.
Aiptu Raja juga mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi, sehingga beberapa potensi tawuran berhasil dicegah. Ia menekankan, selain tawuran, atensi pimpinan juga tertuju pada kejahatan 3C yakni curat, curas, curanmor, begal, serta peredaran narkoba.
“Kita harus waspada dan menerapkan buddy system. Saling jaga, saling mengawasi. Jangan underestimate terhadap situasi apapun di lapangan,” ujarnya.
Sasaran dan Rute Patroli
Sasaran operasi meliputi daerah rawan gangguan kamtibmas, trotoar yang dijadikan tempat berkumpul dan parkir liar motor, serta jalan raya yang sering digunakan untuk balap liar dan tempat nongkrong komunitas motor.
Barang sasaran dalam operasi ini adalah handak, minuman keras, narkoba, serta aksi pembubaran kerumunan, begal, dan curanmor.
Rute patroli mobile meliputi Jl. Pengadegan Barat, Jl. Pengadegan Timur, Jl. Rawajati Timur, Jl. Ps. Minggu Raya, Jl. TMPN Kalibata, Jl. Komplek DPR, dan Jl. Duren Tiga Raya. Petugas juga melaksanakan strong point dan patroli blue light. Lokasi stationer ditetapkan di Jl. Duren Tiga Timur, Kelurahan Duren Tiga.
Potensi Kerawanan
Potensi yang diantisipasi dalam operasi ini adalah tawuran antarwarga, kejahatan jalanan, begal, dan peredaran narkoba.
Operasi Cipta Kondisi ini merupakan komitmen Polsek Pancoran bersama unsur 3 Pilar untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Pancoran.
Jakarta Selatan – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi aksi kejahatan jalanan (3C) dan tawuran, Polsek Metro Kebayoran Baru menggelar razia cipta kondisi di kawasan Traffic Light (TL) Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026) dini hari.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan personel pada pukul 02.00 WIB yang dipimpin oleh Kasubnit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru, Ipda Vori Hardinata Wijaya, S.H. Selanjutnya, pada pukul 02.20 WIB, personel gabungan melaksanakan razia kendaraan di Jalan Kyai Maja, tepatnya di depan Mapolsek Metro Kebayoran Baru.
Razia yang berlangsung hingga pukul 02.30 WIB berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan teguran kepada sejumlah pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran lalu lintas, di antaranya tidak menggunakan helm, tidak memasang pelat nomor kendaraan, serta tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Beberapa kendaraan yang terjaring teguran antara lain satu unit Yamaha N-Max bernomor polisi B 4728 SXK serta satu unit Yamaha Mio yang tidak menggunakan pelat nomor kendaraan.
Operasi ini melibatkan 20 personel gabungan, terdiri dari 10 personel Polsek Metro Kebayoran Baru yang dipimpin Ipda Vori Hardinata Wijaya, S.H., serta 10 personel Brimob Patra di bawah pimpinan Aipda Fajar.
Melalui kegiatan ini, Polsek Metro Kebayoran Baru menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli dan razia sebagai langkah preventif dalam mencegah kejahatan jalanan, balap liar, maupun aksi tawuran, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta Selatan tetap aman dan kondusif.
Jakarta Selatan – Polsek Kebayoran Lama menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dan Razia Stasioner pada Rabu (8/7/2026) dini hari sebagai upaya mengantisipasi balap liar, tawuran warga, kejahatan jalanan 3C (curas, curat, dan curanmor), penyalahgunaan narkoba, serta gangguan kamtibmas lainnya di wilayah hukumnya.
Kegiatan yang dipimpin Pawas Iptu Widi Atmoko selaku Kanit Intelkam, di bawah kendali Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Muhammad Kukuh Islami, S.I.K., M.I.K., diawali dengan apel di halaman Polsek Kebayoran Lama dan melibatkan 10 personel gabungan yang terdiri dari 8 personel Polsek Kebayoran Lama dan 2 personel FKPM.
Razia stasioner dilaksanakan di Jalan Bendi Raya, Kebayoran Lama Utara, dengan sasaran pelaku kejahatan jalanan. Dalam pelaksanaannya, petugas mengamankan tiga unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Setelah operasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan patroli mobile di sejumlah titik rawan guna mencegah balap liar, tawuran, kejahatan 3C, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kebayoran Lama.
Jakarta Selatam – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, jajaran Polsek Tebet bersama unsur 3 Pilar melaksanakan Operasi Cipta Kondisi untuk mengantisipasi aksi begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026) dini hari.
Sebelum pelaksanaan patroli, seluruh personel mengikuti apel di Mako Polsek Tebet yang dipimpin oleh AIPTU Kusen Antoni, S.H. Dalam arahannya, pimpinan apel mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang tetap solid dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Personel juga diingatkan untuk mengedepankan tindakan preventif dan humanis, khususnya terhadap kelompok remaja yang masih berkumpul pada malam hari, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana begal, curanmor, dan penyalahgunaan narkoba.
Operasi melibatkan 10 personel yang terdiri dari 8 personel Polsek Tebet dan 2 personel Pokdarkamtibmas. Patroli mobile dilaksanakan dengan menyusuri sejumlah titik rawan, antara lain Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jalan MT. Haryono, Jalan Asem Baris Raya, kawasan Stasiun Tebet, Jalan Bukit Duri Tanjakan, Jalan Manggarai Utara, hingga Jalan Dr. Sahardjo. Selain patroli mobile, personel juga melaksanakan strong point di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet Barat.
Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas berhasil mengamankan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Aerox warna ungu tanpa dilengkapi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Kendaraan tersebut selanjutnya diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kelengkapan administrasi maupun asal-usul kendaraan sesuai prosedur yang berlaku.
Kegiatan Operasi Cipta Kondisi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Tebet akan terus meningkatkan patroli preventif bersama unsur 3 Pilar sebagai upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat serta menekan potensi terjadinya tindak kriminalitas di wilayah hukum Polsek Tebet.
Jakarta Selatan – Wakapolsek Metro Setiabudi, Kompol Richard Soala Bengar, S.I.Kom., M.H., menghadiri kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS) bersama warga RW 06 Kelurahan Guntur pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 17.00 WIB hingga selesai, bertempat di Jl. Edi RT 14 RW 06, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Guntur, Aipda Dimas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolsek memperkenalkan diri kepada warga sekaligus menyampaikan bahwa kegiatan JJOTS bertujuan untuk mendengarkan secara langsung saran, masukan, maupun berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat agar dapat dicarikan solusi bersama antara kepolisian dan warga.
Kompol Richard Soala Bengar juga menjelaskan bahwa personel Polsek Metro Setiabudi memiliki keterbatasan jumlah, sementara beban tugas cukup tinggi karena hampir setiap hari terdapat kegiatan pengamanan unjuk rasa di wilayah hukumnya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor, dengan memarkir kendaraan di tempat yang aman, menggunakan kunci pengaman tambahan, dan memasang CCTV.
Selain itu, Wakapolsek mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam tawuran maupun penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengimbau para Ketua RT dan RW agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak yang masih berkumpul hingga larut malam dan mengarahkan mereka untuk segera kembali ke rumah demi mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi kamtibmas yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS), diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kelurahan Guntur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW 06 Bapak Yuri Gunarto, perwakilan Ketua RT Bapak Ismed, Ketua FKDM Kelurahan Guntur Bapak Antoni, FKDM RW 06 Bapak Handoko, serta warga setempat.
Jakarta Selatan – Wujud sinergitas TNI-Polri kembali terlihat di Kelurahan Pengadegan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengadegan Aiptu Jhonny Eliyanto bersama Babinsa Kelurahan Pengadegan Kopka Efendi kompak melaksanakan giat cooling system melalui sambang/DDS (Door to Door System) dan silaturahmi dengan warga, Selasa (07/07/2026) siang.
Kegiatan yang dimulai pukul 11.10 WIB tersebut menyasar warga di Jl. Pengadegan Barat Raya RT 001/005, Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran. Dalam giat itu, Aiptu Jhonny Eliyanto dan Kopka Efendi bertemu langsung dengan Bapak Alex dan Bapak Abdul.
Selain mempererat tali silaturahmi, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga. Aiptu Jhonny mengajak kedua warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar wilayah Kelurahan Pengadegan tetap aman dan kondusif.
“Kami harap warga tidak segan melapor apabila melihat hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Kolaborasi warga dengan aparat adalah kunci utama,” ujar Aiptu Jhonny Eliyanto.
Di tengah pertemuan, petugas juga mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan dan jangan lupa manfaatkan call center 110 yg bisa di telpon secara geratis.
Kegiatan cooling system yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa ini merupakan langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, TNI-Polri berupaya menciptakan suasana yang sejuk serta meningkatkan kepercayaan publik.
Semarang, 7 Juli 2026 – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengawasi langsung pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Spesialistik seleksi tingkat pusat (Panitia Pusat/Panpus) Penerimaan Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si., Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A., Karokespol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Dr. dr. I Gusti Gede Maha Andikajaya, S.H., M.M., M.H.Kes., Sp.Rad., M.Kes., serta Karodalpers SSDM Polri Brigjen Pol. Erthel Stephan, S.H., S.I.K., M.Si.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan berjalan secara profesional, transparan, akuntabel, serta memanfaatkan teknologi kedokteran terbaru sehingga menghasilkan proses rekrutmen yang semakin akurat, objektif, dan berbasis bukti ilmiah (evidence-based).
Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Spesialistik diikuti oleh 409 calon taruna dan taruni dari total 410 peserta yang berhak mengikuti seleksi tingkat pusat (Panpus). Satu calon peserta mengundurkan diri sebelum pelaksanaan pemeriksaan kesehatan. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan melalui 12 stasiun spesialistik, meliputi pemeriksaan mata (visus dan buta warna), Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), gigi dan mulut, saraf, komposisi tubuh, bedah/fisik, penyakit dalam, jantung, obstetri dan ginekologi (Obgyn), radiologi dan paru, kulit, serta pemeriksaan kepadatan tulang (Bone Mineral Density/BMD).
Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri memberikan perhatian khusus terhadap pemanfaatan teknologi kedokteran terbaru yang digunakan Pusdokkes Polri untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan kesehatan calon taruna dan taruni. Salah satunya adalah penggunaan Heart Rate Variability (HRV) untuk menganalisis irama dan ketahanan jantung peserta secara lebih komprehensif. Wakapolri menginstruksikan agar pemeriksaan jantung tidak hanya dilakukan dalam kondisi istirahat, tetapi juga setelah aktivitas fisik sehingga kemampuan jantung dalam menghadapi beban fisik dan tekanan selama pendidikan dapat dievaluasi secara lebih akurat.
Selain itu, Wakapolri meninjau penggunaan alat Bone Mineral Density (BMD) berbasis digital untuk mengukur kepadatan massa tulang calon taruna dan taruni. Pemeriksaan ini menjadi langkah preventif dalam mendeteksi secara dini kerentanan patah tulang maupun cedera muskuloskeletal. Arahan tersebut sekaligus menjadi evaluasi terhadap sejumlah insiden cedera yang pernah terjadi selama proses pendidikan, sehingga hasil pemeriksaan kepadatan tulang dapat dijadikan salah satu indikator penting dalam menentukan kesiapan fisik peserta sebelum mengikuti pendidikan kepolisian.
Wakapolri juga meninjau pemeriksaan kapasitas paru melalui VO₂ Max guna memastikan kekuatan fungsi pernapasan dan daya tahan fisik calon taruna dan taruni. Seluruh instrumen kesehatan berbasis digital tersebut diharapkan menjadi landasan pengambilan keputusan yang objektif, akurat, dan evidence-based, sehingga setiap peserta yang dinyatakan lulus benar-benar memenuhi standar kesehatan sebagai calon perwira Polri.
Karokespol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. Dr. dr. I Gusti Gede Maha Andikajaya, S.H., M.M., M.H.Kes., Sp.Rad., M.Kes., menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan spesialistik pada seleksi Taruna Akpol kini mengintegrasikan teknologi kedokteran modern untuk meningkatkan akurasi diagnosis sekaligus kualitas pengambilan keputusan.
“Pemeriksaan kesehatan tidak lagi hanya bertumpu pada pemeriksaan klinis konvensional. Melalui pemeriksaan Heart Rate Variability (HRV), tim dokter dapat mengevaluasi respons fisiologis jantung dan kemampuan adaptasi tubuh terhadap beban fisik. Pemeriksaan Bone Mineral Density (BMD) memberikan gambaran objektif mengenai kepadatan tulang untuk mengidentifikasi risiko cedera sejak dini, sedangkan VO₂ Max mengukur kapasitas aerobik dan daya tahan kardiopulmoner peserta. Seluruh parameter tersebut dipadukan dengan hasil pemeriksaan spesialistik lainnya sehingga menghasilkan penilaian kesehatan yang lebih komprehensif, objektif, dan berbasis bukti ilmiah,” jelas Brigjen Pol. Maha Andikajaya.
Selain pemanfaatan teknologi medis modern, Wakapolri menekankan pentingnya pemeriksaan secara ketat terhadap riwayat penyakit bawaan maupun gangguan saraf, seperti epilepsi, agar dapat terdeteksi sejak awal proses seleksi. Wakapolri juga menginstruksikan agar pemeriksaan dilakukan secara cermat terhadap seluruh kondisi kesehatan yang menjadi persyaratan penerimaan calon taruna dan taruni. Khusus bagi calon taruni, Wakapolri mengingatkan agar dilakukan pemeriksaan ulang obstetri dan ginekologi (Obgyn) pada hari ke-16 hingga ke-20 setelah pengumuman kelulusan sebagai langkah preventif guna memastikan seluruh peserta yang memasuki pendidikan memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, Wakapolri mendorong Pusdokkes Polri untuk terus memperbarui spesifikasi peralatan medis dan mengadopsi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta referensi dari literatur dan jurnal kedokteran terbaru. Menurutnya, modernisasi instrumen kesehatan merupakan investasi penting dalam membangun sistem rekrutmen Polri yang semakin presisi, transparan, dan mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul sejak tahap seleksi.
Melalui pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Rikkes Spesialistik ini, Wakapolri menegaskan bahwa proses rekrutmen calon Taruna dan Taruni Akpol harus mengedepankan objektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta pendekatan ilmiah. Pemanfaatan teknologi kedokteran terbaru tidak hanya meningkatkan akurasi pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi rekrutmen Polri yang semakin modern dan presisi.
Penguatan sistem seleksi berbasis evidence-based medicine ini diharapkan mampu menghasilkan calon-calon perwira Polri yang memiliki kesehatan prima, ketahanan fisik yang terukur, serta kesiapan menghadapi tuntutan pendidikan dan dinamika tugas kepolisian di masa depan. Dengan demikian, setiap keputusan kelulusan benar-benar didasarkan pada data medis yang valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mewujudkan rekrutmen yang Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) sekaligus memperkuat implementasi scientific policing sejak proses seleksi. Melalui rekrutmen yang berkualitas, Polri optimistis akan melahirkan perwira-perwira muda yang sehat, tangguh, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat