Penulis: humasresjaksel@gmail.com

  • Penasehat Khusus Presiden: Tren Positif Kepercayaan Publik terhadap Polri Patut Diapresiasi

    Jakarta – Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan tren peningkatan yang positif. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Litbang Kompas, kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen pada tahun 2026.

    Angka tersebut meningkat 6,2 persen dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang mencatat tingkat kepercayaan masyarakat sebesar 76,2 persen. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator menguatnya persepsi publik terhadap kinerja institusi kepolisian dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat.

    Survei Litbang Kompas dilaksanakan pada periode 1 April hingga 20 Juni 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode sampel acak berkala dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,8 persen.

    Selain mencatat kenaikan tingkat kepercayaan, survei tersebut juga menunjukkan peningkatan pada sejumlah indikator lainnya. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian naik dari 65,1 persen pada tahun 2025 menjadi 67,6 persen pada tahun 2026. Sementara itu, citra positif Polri di mata masyarakat meningkat cukup signifikan dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen.

    Atas capaian tersebut, Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Polri yang dinilai berhasil menjaga tren perbaikan persepsi publik.

    “Saya ikut gembira melihat perkembangan trend persepsi publik terhadap POLRI. Dari tiga aspek yang dinilai, semuanya menunjukkan trend perbaikan penilaian yang layak diberi apresiasi. Modal kepercayaan publik terlihat sudah sangat baik. Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” ujar Hasan Nasbi dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).

    Menurut Hasan, tingginya tingkat kepercayaan masyarakat harus dipandang sebagai amanah yang perlu dijaga melalui konsistensi kinerja dan pelayanan di lapangan. Ia berharap seluruh jajaran kepolisian terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.

    “Saya berharap seluruh jajaran POLRI punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara,” katanya.

    Peningkatan pada aspek kepercayaan, kepuasan, dan citra positif masyarakat terhadap Polri dinilai menjadi refleksi dari berbagai upaya pembenahan yang terus dilakukan institusi kepolisian, mulai dari reformasi birokrasi, penguatan transparansi dalam penegakan hukum, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, responsif, dan humanis.

    Ke depan, Polri berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja tersebut guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Indonesia.

  • Kepercayaan Publik Terhadap Polri Tembus 82,4 Persen Berdasarkan Survei Litbang Kompas, Penasehat Khusus Presiden Beri Apresiasi

    JAKARTA, 27 JUNI 2026 – Korps Bhayangkara berhasil menorehkan capaian gemilang dalam hal tingkat kepercayaan masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Litbang Kompas, tingkat kepercayaan publik terhadap Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini melesat hingga mencapai angka 82,4 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 6,2 persen jika dibandingkan dengan survei pada periode tahun 2025 lalu yang berada di angka 76,2 persen.

    Survei berkala yang diselenggarakan Litbang Kompas ini dilakukan sejak 1 April hingga 20 Juni 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 wilayah provinsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sampel acak berkala dengan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen serta memiliki margin of error yang sangat ketat di kisaran 2,8 persen.

    Selain melesatnya angka kepercayaan, hasil survei juga mencatat indikator kinerja Polri lainnya yang bergerak ke arah positif. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian mengalami kenaikan dari 65,1 persen pada tahun lalu menjadi 67,6 persen. Sementara itu, indikator citra positif institusi Polri di mata publik turut melonjak tajam, dari sebelumnya 64,4 persen kini menembus angka 71,5 persen.

    Capaian positif tersebut mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari pihak Istana Kepresidenan. Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi A., mengungkapkan rasa bangganya atas kinerja transformatif dan konsistensi perbaikan yang terus ditunjukkan oleh seluruh jajaran kepolisian.

    “Saya ikut gembira melihat perkembangan trend persepsi publik terhadap POLRI. Dari tiga aspek yang dinilai, semuanya menunjukkan trend perbaikan penilaian yang layak diberi apresiasi. Modal kepercayaan publik terlihat sudah sangat baik. Tentu itu diperoleh dengan perjuangan yang tidak mudah. Tapi mempertahankan kepercayaan agar tetap tinggi juga butuh effort yang luar biasa,” ujar Hasan Nasbi A. dalam keterangannya, Sabtu (27/06/2026).

    Lebih lanjut, Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi mengingatkan bahwa hasil survei yang tinggi ini merupakan sebuah amanah besar yang harus dijaga dengan komitmen penuh di lapangan. Ia berharap tren positif ini tidak membuat jajaran kepolisian berpuas diri, melainkan menjadi pemacu semangat untuk terus memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat luas.

    “Saya berharap seluruh jajaran POLRI punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi. Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara,” pungkas Hasan Nasbi.

    Peningkatan kumulatif pada aspek citra positif, kepuasan, dan kepercayaan publik ini menjadi bukti nyata keberhasilan berbagai program reformasi birokrasi, penegakan hukum yang transparan, serta optimalisasi pelayanan publik responsif yang selama ini digenjot oleh Mabes Polri hingga ke tingkat Polsek jajaran. Ke depan, polri berkomitmen untuk terus mempertahankan performa ini demi mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif secara nasional.

  • KAPOLSEK JAGAKARSA GELAR JAGA JAKARTA ON THE SPOT (JJOTS), AJAK WARGA PERKUAT KEAMANAN LINGKUNGAN

    Jakarta Selatan, 27 Juni 2026 – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, S.H., melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS) untuk Indonesia pada Sabtu (27/6/2026) pukul 09.00 WIB di Jalan Joe RT 05/RW 06, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Kegiatan ini menjadi sarana mempererat sinergi antara Polri, unsur TNI, pemerintah lingkungan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga keamanan wilayah. Selain dialog interaktif bersama warga, kegiatan juga diisi dengan pembagian paket sembako sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

    Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua RW 06, H. Neman, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolsek Jagakarsa di lingkungan warganya. Ia berharap kehadiran jajaran kepolisian dapat memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

    Dalam sambutannya, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, S.H., mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman.

    Kapolsek juga menyoroti maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi perhatian. Ia mengimbau warga agar selalu memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dengan baik serta menggunakan alarm maupun kunci ganda sebagai langkah pencegahan.

    Selain itu, Kapolsek menegaskan bahwa aksi tawuran remaja masih menjadi atensi serius kepolisian. Oleh karena itu, peran aktif orang tua dalam mengawasi dan memastikan keberadaan anak-anak, khususnya pada malam hari, sangat diperlukan guna mencegah mereka terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum.

    Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk terus menjalin koordinasi yang baik dengan petugas keamanan lingkungan, Bhabinkamtibmas, serta segera menghubungi layanan Kepolisian 110 apabila terjadi gangguan kamtibmas yang membutuhkan kehadiran petugas.

    Pada sesi dialog interaktif, salah seorang warga, Ibu Solehah, menanyakan mengenai penanganan hukum terhadap pelaku tawuran yang masih di bawah umur. Menanggapi hal tersebut, Kapolsek menjelaskan bahwa pelaku tawuran, meskipun masih berstatus anak, tetap dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila melakukan tindak pidana yang mengakibatkan korban meninggal dunia maupun luka-luka.

    Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan berlangsung dengan aman, tertib, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, S.H., Serma Bintoro dari Koramil, Ketua RW 06 H. Neman, Bhabinkamtibmas Aiptu Roniyanto, serta warga sekitar yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

    Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS), Polsek Jagakarsa berharap terjalin komunikasi yang semakin erat antara kepolisian dan masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif sebagai wujud nyata menjaga Jakarta untuk Indonesia.

  • JAGA JAKARTA ON THE SPOT, Polsek Pesanggrahan Perkuat Sinergi Bersama Warga Bintaro

    Jakarta Selatan – Polsek Pesanggrahan bersama unsur Tiga Pilar melaksanakan kegiatan JAGA JAKARTA ON THE SPOT bersama warga RT 008/RW 001, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Depsos Raya Gang Pertama ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus dialog antara aparat pemerintah, kepolisian, TNI, dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban lingkungan.

    Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Dr. Seala Syah Alam, S.I.K., M.Si., CPHR., CBA., didampingi Danramil 04 Kebayoran Lama/Pesanggrahan Mayor Arh Lulung Kokoh Gumelar, Strn., Han., M.Si., Camat Pesanggrahan Paulinawati, serta jajaran Tiga Pilar lainnya dan dihadiri sekitar 50 warga.

    Dalam sambutannya, Kapolsek Pesanggrahan mengajak masyarakat untuk terus memperkuat komunikasi dengan kepolisian serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminal, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Warga diimbau menggunakan kunci pengaman ganda, memasang alarm kendaraan, serta menjaga kepedulian antarwarga guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

    Sementara itu, Camat Pesanggrahan menegaskan bahwa kehadiran Tiga Pilar di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata pelayanan pemerintah dalam mendengar aspirasi warga sekaligus memperkuat sinergi menjaga keamanan wilayah. Danramil juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan segera berkoordinasi apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

    Menutup kegiatan, Kapolsek Pesanggrahan bersama unsur Tiga Pilar menyerahkan bantuan sosial berupa beras 5 kilogram kepada warga yang hadir, khususnya para lansia, sebagai wujud kepedulian serta komitmen pemerintah dan aparat kewilayahan dalam mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui program JAGA JAKARTA ON THE SPOT, diharapkan sinergi antara Tiga Pilar dan warga semakin kuat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

  • Kapolsek Metro Setiabudi Gelar Jaga Jakarta On The Spot di RW 07 Kelurahan Karet

    Jakarta Selatan, 27 Juni 2026 – Kapolsek Metro Setiabudi, AKBP Riyanto, S.H., S.I.K., M.A., melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di Gang Foba RT 01/RW 07, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan yang didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Karet Aiptu Triyatno dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Setiabudi Aipda Elisman tersebut bertujuan mempererat komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

    Dalam sambutannya, AKBP Riyanto mengucapkan terima kasih kepada warga atas partisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah RW 07 mengingat keterbatasan personel kepolisian. Kapolsek juga mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anak remaja, tidak membiarkan mereka berkumpul hingga larut malam, serta menghindari pergaulan yang berpotensi memicu tawuran.

    Ketua RW 07, Hasan Basri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolsek beserta jajaran di wilayahnya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan mengajak seluruh pengurus RT serta warga untuk aktif menjaga keamanan lingkungan agar tetap aman dan kondusif.

    Dalam sesi dialog, salah seorang warga, Bapak Slamet, menyampaikan keluhan terkait banyaknya penghuni kos yang memarkir sepeda motor di gang sehingga rawan terjadi pencurian kendaraan bermotor. Menanggapi hal tersebut, Kapolsek mengimbau warga agar memarkir kendaraan di lokasi yang mudah diawasi, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta memasang kamera pengawas (CCTV) di titik-titik yang dianggap rawan kejahatan.

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan 10 paket sembako yang masing-masing berisi beras 5 kilogram, lima bungkus mi instan, dan dua liter minyak goreng. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan ekonomi warga.

    Kegiatan yang dihadiri sekitar 23 peserta ini berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto, Ketua RW 07 Hasan Basri, Bhabinkamtibmas Kelurahan Karet dan Kelurahan Setiabudi, Babinsa Sertu Imron, Ketua RT 01, Ketua Pokdarkamtibmas Subsektor Karet beserta anggota, serta warga setempat.

  • JAGA JAKARTA ON THE SPOT, POLSEK MAMPANG AJAK WARGA PERKUAT KEAMANAN LINGKUNGAN

    Jakarta Selatan – Dalam rangka mendukung Program Jaga Jakarta untuk Indonesia, Kapolsek Mampang AKP Dian Pornomo, S.I.K., M.H. melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di Jl. Kapten Tendean No. 9B, RT 006/RW 003, Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026) sore.

    Kegiatan yang dihadiri unsur kepolisian, pengurus RT/RW, FKDM, serta tokoh masyarakat tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

    Dalam arahannya, Kapolsek Mampang menyampaikan bahwa Jaga Jakarta untuk Indonesia memiliki makna menjaga lingkungan, menjaga warga, menjaga aturan, dan menjaga amanah sebagai bentuk kolaborasi antara Polda Metro Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap situasi kamtibmas, mencegah tawuran, penyalahgunaan narkoba, tindak kriminalitas, serta mengantisipasi bahaya kebakaran dengan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

    Kapolsek juga mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, khususnya yang masih berada di luar rumah hingga larut malam, serta mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110.

    Sementara itu, Ketua RT 006/RW 003 Kelurahan Mampang Prapatan, Ibu Entin, menyampaikan apresiasi kepada Polsek Mampang atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman, nyaman, dan kondusif serta mengingatkan para remaja agar tidak berkumpul hingga larut malam.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan dialog interaktif antara warga dengan jajaran Polsek Mampang. Acara ditutup pada pukul 16.30 WIB dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan kondusif.

  • Wakapolda Metro Jaya dan Kasdam Jaya Gelar Jaga Jakarta On The Spot di Kebon Melati

    Jakarta – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama Kasdam Jaya melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot dan pembagian sembako di wilayah Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

    Kegiatan tersebut berlangsung di Warung Pak Sutrisno, Jalan Martapura IV RW 03, Kelurahan Kebon Melati, serta Balai Warga RW 02, Jalan Martapura IV, Kelurahan Kebon Melati, Jakarta Pusat.

    Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menyapa warga sekaligus menyalurkan bantuan sembako. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat, serta melihat langsung kondisi kamtibmas di lingkungan warga.

    Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan, Jaga Jakarta On The Spot menjadi salah satu upaya Polda Metro Jaya untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Brigjen Pol Dekananto.

    Wakapolda menambahkan, bantuan sembako yang disalurkan diharapkan dapat bermanfaat bagi warga penerima.

    “Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat. Kami juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” katanya.

    Ketua RW 002 Kebon Melati, Maman, menyampaikan terima kasih atas perhatian Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya kepada warga.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya yang telah hadir serta memberikan bantuan kepada warga Kebon Melati. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Maman.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur TNI, pejabat utama Polda Metro Jaya, jajaran Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Metro Tanah Abang, serta tokoh masyarakat setempat.

    Kegiatan berlangsung tertib dan diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako kepada warga.

  • Sahroni: Meningkatnya Kepercayaan Publik Jadi Bukti Kinerja Polri Dirasakan Masyarakat

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan tanggapan atas hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan adanya peningkatan tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa berbagai upaya yang dilakukan Polri telah memberikan dampak positif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

    Sahroni menilai peningkatan kepercayaan publik tidak terlepas dari kerja keras seluruh jajaran Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan, serta memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

    “Tingginya kepercayaan publik menunjukkan bahwa kerja keras Polri ini nyata dirasakan oleh masyarakat. Ini adalah buah dari kerja keras Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Sigit,” kata Sahroni kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

    Meski demikian, politikus Partai NasDem itu mengingatkan agar hasil positif tersebut tidak membuat institusi kepolisian cepat berpuas diri. Ia berharap capaian yang diraih justru menjadi pemacu semangat untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Selanjutnya jangan lengah dan tetap pertahankan kinerja baik ini. Ke depan harus lebih baik lagi, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat,” katanya.

    Sahroni juga menyoroti masih adanya sejumlah pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian Polri, mulai dari penanganan kejahatan jalanan, pemberantasan premanisme, peredaran narkoba, hingga kejahatan berbasis digital. Menurutnya, tantangan tersebut harus terus dihadapi secara konsisten agar kepercayaan masyarakat terus meningkat.

    Ia optimistis tingkat kepercayaan publik dapat terus bertambah apabila Polri konsisten menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

    “Ingat, masih banyak PR yang harus diselesaikan. Kejahatan jalanan, premanisme, peredaran narkoba, hingga kejahatan berbasis digital harus terus diberantas secara konsisten. Yang paling penting, Polri harus terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kalau itu terus dijaga, saya yakin 100 persen kepercayaan masyarakat akan semakin meroket,” katanya.

  • Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik kepada Polri Naik, KP Norman Sebut Bukti Reformasi Berjalan

    Jakarta – Survei terbaru Litbang Kompas mencatat peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik mencapai 82,4 persen, naik dari 76,2 persen pada hasil survei tahun 2025. Kenaikan tersebut dinilai sebagai sinyal positif atas berbagai upaya pembenahan yang terus dilakukan institusi kepolisian.

    Ketua Dewan Pembina Aliansi Indonesia, Kanjeng Pangeran Norman, menyambut baik capaian tersebut. Ia menilai meningkatnya kepercayaan masyarakat menunjukkan bahwa reformasi yang dijalankan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai memberikan dampak yang dirasakan publik.

    Menurut Norman, kepercayaan masyarakat tidak terbentuk dalam waktu singkat. Capaian itu merupakan hasil dari proses panjang melalui penguatan reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta komitmen membangun profesionalisme personel di seluruh tingkatan organisasi.

    “Angka kepercayaan publik yang terus meningkat menunjukkan masyarakat mulai melihat adanya perubahan nyata dalam kinerja Polri. Pembenahan organisasi, peningkatan kualitas pelayanan, dan penguatan profesionalisme menjadi faktor yang mendorong tumbuhnya kepercayaan tersebut,” kata KP. Norman, Jumat (26/6/2026).

    Ia menilai kepercayaan publik memiliki peran strategis dalam mendukung tugas kepolisian sebagai aparat penegak hukum. Dengan kepercayaan yang semakin kuat, Polri diharapkan mampu menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara lebih efektif, sekaligus terus memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum yang berkeadilan.

    Lebih lanjut, Norman menyebut hasil survei Litbang Kompas juga dapat dipandang sebagai bentuk pengakuan masyarakat terhadap transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat institusi kepolisian cepat berpuas diri.

    “Kepercayaan publik tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun melalui konsistensi dalam bekerja. Karena itu, integritas harus terus dijaga, pelayanan perlu semakin ditingkatkan, dan respons terhadap kebutuhan masyarakat harus semakin cepat agar kepercayaan ini tetap terpelihara,” ujarnya.

  • Ditpamobvit Polda Metro Jaya Gelar Jaga Jakarta On The Spot di Matraman, Ajak Warga Cegah Tawuran Remaja

    Jakarta – Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Jaga Jakarta On The Spot atau JJOTS di Jalan Kelapa Hijau, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kabagbinopsnal bersama para Kanit Subdit Waster Ditpamobvit Polda Metro Jaya mewakili Dirpamobvit Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Sulistio.

    Dalam kegiatan itu, jajaran Ditpamobvit Polda Metro Jaya bertemu langsung dengan warga sekitar untuk menyampaikan pesan kamtibmas, khususnya terkait pencegahan aksi tawuran di lingkungan masyarakat.

    Kegiatan JJOTS turut melibatkan unsur warga, Ketua RT, LMK RW 01, serta Bhabinkamtibmas setempat. Kehadiran tiga pilar bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas remaja di lingkungan.

    Dirpamobvit Polda Metro Jaya Kombes Pol Joko Sulistio mengatakan, kegiatan JJOTS menjadi bagian dari upaya Polda Metro Jaya dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

    “Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah tawuran, serta meningkatkan kepedulian terhadap pergaulan anak-anak dan remaja,” ujar Kombes Joko.

    Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diajak lebih aktif mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak dan remaja. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya ajakan tawuran maupun konten provokatif yang dapat memicu gangguan kamtibmas.

    Selain itu, Ditpamobvit Polda Metro Jaya juga mengingatkan warga agar mewaspadai peredaran obat-obatan terlarang di kalangan remaja. Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

    Kombes Joko menegaskan, upaya menjaga Jakarta tidak bisa dilakukan oleh kepolisian saja, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

    “Kami berharap warga, tiga pilar, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat terus bersinergi dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan kepedulian bersama, potensi tawuran dan penyalahgunaan obat terlarang dapat dicegah sejak dini,” katanya.

    Polda Metro Jaya melalui program Jaga Jakarta terus mendorong masyarakat untuk menjaga warga, menjaga lingkungan, menjaga aturan, dan menjaga amanah demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.