Blog

  • Operasi Cipta Kondisi Tiga Pilar dan KRYD Polsek Metro Setiabudi Ciptakan Situasi Kondusif

    Jakarta Selatan, 12 Agustus 2026 — Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Polsek Metro Setiabudi melaksanakan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Tiga Pilar dan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), disertai razia stasioner di wilayah hukum Polsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan.

    Kegiatan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, mulai pukul 00.00 WIB hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah kendali Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto, S.H., S.I.K., M.A., dengan apel persiapan dilaksanakan di halaman Polsek Metro Setiabudi dan dipimpin Kanit Binmas Polsek Metro Setiabudi AKP Andung Suwito, S.H.

    Dalam arahannya, AKP Andung Suwito mengingatkan personel untuk meningkatkan patroli kewilayahan serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan. Personel juga diminta menyesuaikan pelaksanaan patroli dengan titik-titik yang dianggap rawan serta tetap mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

    Sebanyak11 personel Polsek Metro Setiabudi dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, personel Koramil Setiabudi dan Satpol PP tidak terlibat dalam kegiatan pada malam tersebut.

    Adapun sasaran kegiatan meliputi trotoar yang digunakan sebagai tempat berkumpul maupun lokasi parkir sepeda motor, ruas jalan yang berpotensi digunakan sebagai arena balap liar dan tempat berkumpul komunitas sepeda motor, serta sejumlah daerah yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, seperti tawuran, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

    Patroli dilakukan dengan rute dari Polsek Metro Setiabudi – Jalan Setiabudi – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Bek Murad – Jalan Prof. Dr. Satrio – Jalan Denpasar – Jalan Setiabudi. Selain patroli, petugas juga melaksanakan razia stasioner di Jalan Taman Setiabudi, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi.

    Dari hasil pelaksanaan Cipkon, KRYD, dan razia stasioner, petugas memberikan imbauan secara persuasif kepada masyarakat yang masih berkumpul atau nongkrong di trotoar jalan agar membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mengamankan satu unit kendaraan roda dua (R2) yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan serta tidak menggunakan spion. Kendaraan tersebut selanjutnya dibawa ke Polsek Metro Setiabudi untuk dilakukan penanganan dan melengkapi kelengkapan kendaraan sesuai ketentuan.

    Usai pelaksanaan patroli dan razia, personel kemudian melaksanakan ploting strong point di sejumlah titik sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk narkoba, tawuran, curat, curas, dan curanmor.

    Pada pukul 01.00 WIB, kegiatan Cipta Kondisi Tiga Pilar dan KRYD Polsek Metro Setiabudi selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah hukum Polsek Metro Setiabudi terpantau aman dan kondusif.

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan di wilayah hukum Polsek Metro Setiabudi.

  • Polsek Metro Setiabudi Pasang Bendera Merah Putih pada Kendaraan Masyarakat Sambut HUT ke-81 Republik Indonesia

    Jakarta Selatan, 14 Agustus 2026— Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, personel Polsek Metro Setiabudi melaksanakan kegiatan pemasangan bendera Merah Putih pada kendaraan masyarakat roda dua dan roda empat.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, sekitar pukul 06.40 WIB, berlokasi di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

    Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Metro Setiabudi secara langsung memasang bendera Merah Putih pada kendaraan masyarakat yang melintas. Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi Polri dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.

    Pemasangan bendera Merah Putih pada kendaraan masyarakat juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan dan komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat respons positif dari para pengguna kendaraan.

    Kapolsek Metro Setiabudi AKBP Riyanto, S.H., S.I.K., M.A. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Metro Setiabudi dalam menyemarakkan momentum Hari Kemerdekaan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat persatuan dan nasionalisme.

    Melalui kegiatan ini, Polsek Metro Setiabudi berharap semangat memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dapat semakin terasa di tengah masyarakat serta tercipta suasana yang aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan.

  • PATROLI DIALOGIS DAN MEMBERIKAN HIMBAUAN KAMTIBMAS  KEPADA WARGA

    Jakarta Selatan – Aiptu Heru Widiyanto selaku Anggota Samapta Polsek Pasar Minggu melaksanakan kegiatan Patroli Dialogis dan memberikan himbauan Kamtibmas kepada warga di Jl. Harsono RM RT 04 RW 07, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. ( 13/8/2026 )

    Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan keamanan wilayah Pasar Minggu. Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Heru selain memberikan himbauan Kamtibmas juga melakukan sosialisasi Nomor Layanan Kepolisian 110 kepada warga. Disampaikan bahwa 110 merupakan panggilan darurat bebas pulsa yang dapat dihubungi masyarakat 24 jam apabila membutuhkan bantuan Polri atau mengetahui adanya gangguan Kamtibmas.

    Dengan adanya kegiatan ini diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah Pasar Minggu tetap aman, kondusif, serta terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat.

  • Sambut HUT ke-81 RI, Polsek Pesanggrahan Ikuti Kegiatan Donor Darah Bersama Warga

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Polsek Pesanggrahan turut hadir dan mengikuti kegiatan donor darah yang digelar di Aula Masjid Jami’ Al Ittihad, Jalan Pondok Baru VI RT 001/06, Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

    Polsek Pesanggrahan diwakili oleh Aipda Sutarwi selaku Kanit Provos dan Aipda Agus Sarifudin selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesanggrahan. Kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat.

    Kegiatan donor darah tersebut turut dihadiri Dewan Kota Administrasi Jakarta Selatan Kecamatan Pesanggrahan, Bapak H. Komarudin, Kasikesra Kecamatan Pesanggrahan H. Astri, Ketua DMI Ranting Kelurahan Pesanggrahan Ust. Toton Nuryadi, DKM Masjid Jami’ Al Ittihad Bapak Waluyo beserta jamaah, Ketua RW 06 Bapak Edi Permana bersama warga, serta dokter dan tim PMI Jakarta Selatan.

    Antusiasme warga terlihat dalam kegiatan tersebut dengan keikutsertaan masyarakat sebagai pendonor. Selain menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 RI, donor darah juga menjadi bentuk kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Polsek Pesanggrahan terus mendorong kegiatan positif yang melibatkan masyarakat sebagai sarana mempererat hubungan serta membangun kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan harmonis.

  • Polsek Pancoran Kawal Penyampaian Pendapat Forum Organisasi Mahasiswa Peduli Hukum di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

    Jakarta Selatan – Polsek Pancoran melaksanakan pelayanan dan pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Forum Organisasi Mahasiswa Peduli Hukum di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan, Jalan Hj. Tutty Alawiyah, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

    Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.25 WIB hingga 15.16 WIB dengan jumlah massa sekitar lima orang. Pengamanan dipimpin Kapolsek Pancoran selaku Kapam Obyek, Kompol Mansur, S.E., M.M., dengan melibatkan 10 personel Polsek Pancoran dan tiga personel pengamanan dalam (Pamdal), sehingga total 13 personel.

    Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan aspirasi terkait temuan uang tunai sebesar SGD 8.500 di ruang Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Massa meminta agar temuan tersebut ditelusuri secara transparan, termasuk mengenai asal-usul uang, kronologi penemuan, serta dugaan keterkaitannya dengan praktik pungutan ilegal atau suap dalam pelayanan keimigrasian.

    Adapun tuntutan yang disampaikan antara lain mendesak KPK RI memanggil dan memeriksa Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan terkait asal-usul uang tersebut. Massa juga meminta agar proses hukum dilakukan apabila ditemukan bukti adanya tindak pidana korupsi, serta meminta Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan mengundurkan diri atau dinonaktifkan selama proses pemeriksaan berlangsung.

    Dalam menyampaikan aspirasinya, massa membawa sejumlah alat peraga berupa spanduk dan menggunakan pengeras suara (toa) untuk berorasi.

    Polsek Pancoran memastikan pelayanan dan pengamanan kegiatan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), dengan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

    “Pelayanan jalannya aksi sesuai SOP. Hak menyampaikan pendapat dilindungi, namun tetap tertib dan tidak mengganggu pelayanan publik,” ujar Kompol Mansur.

    Kegiatan penyampaian pendapat berlangsung secara tertib hingga selesai pada pukul 15.16 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, serta tidak ditemukan adanya kejadian menonjol.

  • Polda Metro Jaya Amankan Sejumlah Kegiatan Masyarakat, 8.095 Personel Gabungan Disiapkan

    JAKARTA — Polda Metro Jaya menyiapkan pelayanan dan pengamanan terhadap sejumlah kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah hukumnya pada Jumat (14/8/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

    Sejumlah kegiatan tersebut antara lain berlangsung di kawasan Senayan, RI Fest di Gambir, Jambore Nasional Pramuka di Jakarta Timur, serta beberapa aksi penyampaian pendapat di muka umum.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penempatan personel disesuaikan dengan karakteristik kegiatan, potensi kerawanan, serta kebutuhan pengamanan di setiap lokasi.

    “Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel untuk memberikan pelayanan dan pengamanan. Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” ujar Kombes Budi.

    Khusus untuk pengamanan kegiatan di kawasan Senayan, disiapkan 8.095 personel gabungan. Kekuatan tersebut terdiri atas 800 personel Mabes Polri, 4.230 personel Polda Metro Jaya, 1.163 personel polres jajaran, 1.850 personel TNI, serta 52 personel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan pemadam kebakaran.

    Pengamanan dilaksanakan secara berlapis dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Penegakan hukum dilakukan apabila diperlukan sesuai situasi yang dihadapi dan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Personel yang terlibat dalam pengamanan juga telah diarahkan untuk tidak membawa senjata api.

    Sementara itu, pengaturan dan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan arus kendaraan. Pengalihan arus hanya dilakukan apabila diperlukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

    “Masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar Senayan, Jalan Gatot Subroto, Palmerah, dan kawasan DPR/MPR RI kami imbau memperhitungkan waktu perjalanan serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan kepadatan,” katanya.

    Polda Metro Jaya mengajak masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh kegiatan berlangsung. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center Polri 110.

  • Kapolri: Jembatan Merah Putih Presisi Wujud Sinergi TNI-Polri Dukung Pembangunan dan Konektivitas Masyarakat

    Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional melalui pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Indonesia.

    Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

    Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menyampaikan, Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun, sementara 17 unit masih dalam tahap pembangunan dan empat unit dalam tahap perencanaan.

    “Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, Bapak Presiden berkenan hadir secara virtual. Tentunya ini memberikan semangat bagi kita semua, khususnya seluruh personel TNI dan Polri, untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik sesuai dengan arahan Bapak, bahwa kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

    Kapolri mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa.

    Pembangunan juga dilakukan di berbagai wilayah, dengan Banten menjadi daerah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi terbanyak, yakni 145 jembatan. Selanjutnya Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan.

    Selain pembangunan jembatan, Polri turut berkontribusi dalam pemulihan akses masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera melalui pembangunan 39 jembatan, termasuk enam Jembatan Bailey di Aceh dan Sumatera Barat.

    Menurut Kapolri, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas hingga mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.

    “Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.

    Kapolri menegaskan, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat. Hal tersebut sekaligus menjadi implementasi arahan Presiden bahwa TNI-Polri harus senantiasa berada di tengah rakyat dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

    “Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

  • Presiden Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Jadi Penghubung Baru Warga di Wilayah Polda Metro Jaya

    BEKASI — Lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan presiden bersamaan dg jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis (13/8/2026). Seiring dg itu Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri melaksanakan bakti sosial dan baksi kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

    Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom. Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat.

    Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan.

    Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

    Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat.

    Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar. Kapolda bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

    Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

    Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik.

    “Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

    Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.

  • Lima Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan, Jadi Penghubung Baru Warga di Wilayah Polda Metro Jaya

    BEKASI — Lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis (13/8/2026). Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri meresmikan langsung salah satu jembatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

    Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang diikuti Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom. Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat.

    Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan.

    Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

    Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat.

    Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar. Kapolda bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

    Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

    Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik.

    “Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

    Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.

  • Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat

    Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melaporkan capaian pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi dalam acara peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih oleh Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).

    Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 jembatan masih dalam tahap pembangunan, dan 4 jembatan dalam tahap perencanaan.

    “874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Kapolri.

    Kapolri menuturkan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan.

    “Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.

    Khusus di wilayah Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi 145 jembatan dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu jiwa. Capaian tersebut menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak dibandingkan Polda lainnya.

    Selain Banten, pembangunan juga dilaksanakan di berbagai wilayah, antara lain Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan. Pembangunan juga terus dilakukan di Polda-Polda lainnya dengan rata-rata 20 hingga 30 jembatan di setiap wilayah.

    Tak hanya pembangunan reguler, Polri turut membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.

    Peresmian secara khusus dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.

    Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, layanan SIM gratis, serta bakti kesehatan.

    Kapolri menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

    Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memberikan semangat kepada seluruh personel TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.

    Menutup sambutannya, Kapolri menyatakan Polri akan terus berkomitmen menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian senantiasa dekat dengan masyarakat.

    “Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.