Jakarta Selatan – Polsek Kebayoran Lama menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dan Razia Stasioner pada Rabu (8/7/2026) dini hari sebagai upaya mengantisipasi balap liar, tawuran warga, kejahatan jalanan 3C (curas, curat, dan curanmor), penyalahgunaan narkoba, serta gangguan kamtibmas lainnya di wilayah hukumnya.
Kegiatan yang dipimpin Pawas Iptu Widi Atmoko selaku Kanit Intelkam, di bawah kendali Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Muhammad Kukuh Islami, S.I.K., M.I.K., diawali dengan apel di halaman Polsek Kebayoran Lama dan melibatkan 10 personel gabungan yang terdiri dari 8 personel Polsek Kebayoran Lama dan 2 personel FKPM.
Razia stasioner dilaksanakan di Jalan Bendi Raya, Kebayoran Lama Utara, dengan sasaran pelaku kejahatan jalanan. Dalam pelaksanaannya, petugas mengamankan tiga unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Setelah operasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan patroli mobile di sejumlah titik rawan guna mencegah balap liar, tawuran, kejahatan 3C, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kebayoran Lama.
Jakarta Selatam – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, jajaran Polsek Tebet bersama unsur 3 Pilar melaksanakan Operasi Cipta Kondisi untuk mengantisipasi aksi begal, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026) dini hari.
Sebelum pelaksanaan patroli, seluruh personel mengikuti apel di Mako Polsek Tebet yang dipimpin oleh AIPTU Kusen Antoni, S.H. Dalam arahannya, pimpinan apel mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang tetap solid dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Personel juga diingatkan untuk mengedepankan tindakan preventif dan humanis, khususnya terhadap kelompok remaja yang masih berkumpul pada malam hari, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana begal, curanmor, dan penyalahgunaan narkoba.
Operasi melibatkan 10 personel yang terdiri dari 8 personel Polsek Tebet dan 2 personel Pokdarkamtibmas. Patroli mobile dilaksanakan dengan menyusuri sejumlah titik rawan, antara lain Jalan Prof. Dr. Soepomo, Jalan MT. Haryono, Jalan Asem Baris Raya, kawasan Stasiun Tebet, Jalan Bukit Duri Tanjakan, Jalan Manggarai Utara, hingga Jalan Dr. Sahardjo. Selain patroli mobile, personel juga melaksanakan strong point di Jalan Prof. Dr. Soepomo, Tebet Barat.
Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas berhasil mengamankan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Aerox warna ungu tanpa dilengkapi tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Kendaraan tersebut selanjutnya diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kelengkapan administrasi maupun asal-usul kendaraan sesuai prosedur yang berlaku.
Kegiatan Operasi Cipta Kondisi berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Tebet akan terus meningkatkan patroli preventif bersama unsur 3 Pilar sebagai upaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat serta menekan potensi terjadinya tindak kriminalitas di wilayah hukum Polsek Tebet.
Jakarta Selatan – Wakapolsek Metro Setiabudi, Kompol Richard Soala Bengar, S.I.Kom., M.H., menghadiri kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS) bersama warga RW 06 Kelurahan Guntur pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 17.00 WIB hingga selesai, bertempat di Jl. Edi RT 14 RW 06, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Guntur, Aipda Dimas.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolsek memperkenalkan diri kepada warga sekaligus menyampaikan bahwa kegiatan JJOTS bertujuan untuk mendengarkan secara langsung saran, masukan, maupun berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat agar dapat dicarikan solusi bersama antara kepolisian dan warga.
Kompol Richard Soala Bengar juga menjelaskan bahwa personel Polsek Metro Setiabudi memiliki keterbatasan jumlah, sementara beban tugas cukup tinggi karena hampir setiap hari terdapat kegiatan pengamanan unjuk rasa di wilayah hukumnya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor, dengan memarkir kendaraan di tempat yang aman, menggunakan kunci pengaman tambahan, dan memasang CCTV.
Selain itu, Wakapolsek mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam tawuran maupun penyalahgunaan narkoba. Ia juga mengimbau para Ketua RT dan RW agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak yang masih berkumpul hingga larut malam dan mengarahkan mereka untuk segera kembali ke rumah demi mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi kamtibmas yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot (JJOTS), diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kelurahan Guntur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW 06 Bapak Yuri Gunarto, perwakilan Ketua RT Bapak Ismed, Ketua FKDM Kelurahan Guntur Bapak Antoni, FKDM RW 06 Bapak Handoko, serta warga setempat.
Jakarta Selatan – Wujud sinergitas TNI-Polri kembali terlihat di Kelurahan Pengadegan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengadegan Aiptu Jhonny Eliyanto bersama Babinsa Kelurahan Pengadegan Kopka Efendi kompak melaksanakan giat cooling system melalui sambang/DDS (Door to Door System) dan silaturahmi dengan warga, Selasa (07/07/2026) siang.
Kegiatan yang dimulai pukul 11.10 WIB tersebut menyasar warga di Jl. Pengadegan Barat Raya RT 001/005, Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran. Dalam giat itu, Aiptu Jhonny Eliyanto dan Kopka Efendi bertemu langsung dengan Bapak Alex dan Bapak Abdul.
Selain mempererat tali silaturahmi, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga. Aiptu Jhonny mengajak kedua warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar wilayah Kelurahan Pengadegan tetap aman dan kondusif.
“Kami harap warga tidak segan melapor apabila melihat hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas. Kolaborasi warga dengan aparat adalah kunci utama,” ujar Aiptu Jhonny Eliyanto.
Di tengah pertemuan, petugas juga mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan dan jangan lupa manfaatkan call center 110 yg bisa di telpon secara geratis.
Kegiatan cooling system yang dilakukan Bhabinkamtibmas bersama Babinsa ini merupakan langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, TNI-Polri berupaya menciptakan suasana yang sejuk serta meningkatkan kepercayaan publik.
Semarang, 7 Juli 2026 – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengawasi langsung pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Spesialistik seleksi tingkat pusat (Panitia Pusat/Panpus) Penerimaan Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si., Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A., Karokespol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Dr. dr. I Gusti Gede Maha Andikajaya, S.H., M.M., M.H.Kes., Sp.Rad., M.Kes., serta Karodalpers SSDM Polri Brigjen Pol. Erthel Stephan, S.H., S.I.K., M.Si.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan berjalan secara profesional, transparan, akuntabel, serta memanfaatkan teknologi kedokteran terbaru sehingga menghasilkan proses rekrutmen yang semakin akurat, objektif, dan berbasis bukti ilmiah (evidence-based).
Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Spesialistik diikuti oleh 409 calon taruna dan taruni dari total 410 peserta yang berhak mengikuti seleksi tingkat pusat (Panpus). Satu calon peserta mengundurkan diri sebelum pelaksanaan pemeriksaan kesehatan. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan melalui 12 stasiun spesialistik, meliputi pemeriksaan mata (visus dan buta warna), Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT), gigi dan mulut, saraf, komposisi tubuh, bedah/fisik, penyakit dalam, jantung, obstetri dan ginekologi (Obgyn), radiologi dan paru, kulit, serta pemeriksaan kepadatan tulang (Bone Mineral Density/BMD).
Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri memberikan perhatian khusus terhadap pemanfaatan teknologi kedokteran terbaru yang digunakan Pusdokkes Polri untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan kesehatan calon taruna dan taruni. Salah satunya adalah penggunaan Heart Rate Variability (HRV) untuk menganalisis irama dan ketahanan jantung peserta secara lebih komprehensif. Wakapolri menginstruksikan agar pemeriksaan jantung tidak hanya dilakukan dalam kondisi istirahat, tetapi juga setelah aktivitas fisik sehingga kemampuan jantung dalam menghadapi beban fisik dan tekanan selama pendidikan dapat dievaluasi secara lebih akurat.
Selain itu, Wakapolri meninjau penggunaan alat Bone Mineral Density (BMD) berbasis digital untuk mengukur kepadatan massa tulang calon taruna dan taruni. Pemeriksaan ini menjadi langkah preventif dalam mendeteksi secara dini kerentanan patah tulang maupun cedera muskuloskeletal. Arahan tersebut sekaligus menjadi evaluasi terhadap sejumlah insiden cedera yang pernah terjadi selama proses pendidikan, sehingga hasil pemeriksaan kepadatan tulang dapat dijadikan salah satu indikator penting dalam menentukan kesiapan fisik peserta sebelum mengikuti pendidikan kepolisian.
Wakapolri juga meninjau pemeriksaan kapasitas paru melalui VO₂ Max guna memastikan kekuatan fungsi pernapasan dan daya tahan fisik calon taruna dan taruni. Seluruh instrumen kesehatan berbasis digital tersebut diharapkan menjadi landasan pengambilan keputusan yang objektif, akurat, dan evidence-based, sehingga setiap peserta yang dinyatakan lulus benar-benar memenuhi standar kesehatan sebagai calon perwira Polri.
Karokespol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. Dr. dr. I Gusti Gede Maha Andikajaya, S.H., M.M., M.H.Kes., Sp.Rad., M.Kes., menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan spesialistik pada seleksi Taruna Akpol kini mengintegrasikan teknologi kedokteran modern untuk meningkatkan akurasi diagnosis sekaligus kualitas pengambilan keputusan.
“Pemeriksaan kesehatan tidak lagi hanya bertumpu pada pemeriksaan klinis konvensional. Melalui pemeriksaan Heart Rate Variability (HRV), tim dokter dapat mengevaluasi respons fisiologis jantung dan kemampuan adaptasi tubuh terhadap beban fisik. Pemeriksaan Bone Mineral Density (BMD) memberikan gambaran objektif mengenai kepadatan tulang untuk mengidentifikasi risiko cedera sejak dini, sedangkan VO₂ Max mengukur kapasitas aerobik dan daya tahan kardiopulmoner peserta. Seluruh parameter tersebut dipadukan dengan hasil pemeriksaan spesialistik lainnya sehingga menghasilkan penilaian kesehatan yang lebih komprehensif, objektif, dan berbasis bukti ilmiah,” jelas Brigjen Pol. Maha Andikajaya.
Selain pemanfaatan teknologi medis modern, Wakapolri menekankan pentingnya pemeriksaan secara ketat terhadap riwayat penyakit bawaan maupun gangguan saraf, seperti epilepsi, agar dapat terdeteksi sejak awal proses seleksi. Wakapolri juga menginstruksikan agar pemeriksaan dilakukan secara cermat terhadap seluruh kondisi kesehatan yang menjadi persyaratan penerimaan calon taruna dan taruni. Khusus bagi calon taruni, Wakapolri mengingatkan agar dilakukan pemeriksaan ulang obstetri dan ginekologi (Obgyn) pada hari ke-16 hingga ke-20 setelah pengumuman kelulusan sebagai langkah preventif guna memastikan seluruh peserta yang memasuki pendidikan memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, Wakapolri mendorong Pusdokkes Polri untuk terus memperbarui spesifikasi peralatan medis dan mengadopsi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta referensi dari literatur dan jurnal kedokteran terbaru. Menurutnya, modernisasi instrumen kesehatan merupakan investasi penting dalam membangun sistem rekrutmen Polri yang semakin presisi, transparan, dan mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul sejak tahap seleksi.
Melalui pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Rikkes Spesialistik ini, Wakapolri menegaskan bahwa proses rekrutmen calon Taruna dan Taruni Akpol harus mengedepankan objektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta pendekatan ilmiah. Pemanfaatan teknologi kedokteran terbaru tidak hanya meningkatkan akurasi pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi rekrutmen Polri yang semakin modern dan presisi.
Penguatan sistem seleksi berbasis evidence-based medicine ini diharapkan mampu menghasilkan calon-calon perwira Polri yang memiliki kesehatan prima, ketahanan fisik yang terukur, serta kesiapan menghadapi tuntutan pendidikan dan dinamika tugas kepolisian di masa depan. Dengan demikian, setiap keputusan kelulusan benar-benar didasarkan pada data medis yang valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mewujudkan rekrutmen yang Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) sekaligus memperkuat implementasi scientific policing sejak proses seleksi. Melalui rekrutmen yang berkualitas, Polri optimistis akan melahirkan perwira-perwira muda yang sehat, tangguh, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat
Tembagapura, Mimika – Tawa riang anak-anak berpadu dengan hangatnya kebersamaan warga mewarnai halaman Mapolsek Tembagapura, Senin (6/7/2026). Di tengah sejuknya pegunungan Papua, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui bakti sosial serta kepedulian terhadap pendidikan generasi muda.
Kegiatan yang diselenggarakan Polsek Tembagapura bersama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 tersebut dihadiri Wakasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 AKBP Andri Alam, S.I.K., Kapolsek Tembagapura IPTU Firman, S.E., Kepala Distrik Tembagapura Dev Richart Tatiratu, S.E., para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga dari Kampung Banti, Banti II, Opitawak, Utikini, Kimbeli, dan sejumlah kampung lainnya.
Kebersamaan diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol persatuan. Suasana kemudian berubah semakin hangat ketika satu per satu anak binaan Honai Belajar Polsek Tembagapura menerima perlengkapan sekolah. Senyum yang mengembang di wajah mereka seolah menggambarkan bahwa perhatian sederhana mampu menumbuhkan harapan besar untuk masa depan.
Tidak hanya itu, paket bantuan sembako juga disalurkan kepada masyarakat melalui perwakilan gereja di masing-masing kampung agar dapat didistribusikan secara merata kepada warga yang membutuhkan. Berbagai perlombaan dan kuis yang melibatkan masyarakat semakin mencairkan suasana, menghadirkan kebersamaan tanpa sekat antara aparat dan warga.
Bagi Natalia, salah seorang orang tua siswa dari Kampung Utikini, kehadiran Honai Belajar telah memberikan perubahan nyata bagi anak-anak di kampungnya. Menurutnya, mereka tidak hanya memperoleh tambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, santun, dan menghormati orang tua.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah mengajar anak-anak kami. Mereka bukan hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga diajarkan menghargai orang tua, sopan santun, hidup bersih, disiplin, serta berkomunikasi dengan baik. Saya berharap apa yang mereka pelajari dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sebagai orang tua, saya bangga dan bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak anak yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Rasa syukur serupa juga disampaikan tokoh masyarakat Tembagapura, Derek Alom. Menurutnya, kehadiran Polri melalui kegiatan sosial dan pembinaan pendidikan menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Tembagapura dan Operasi Damai Cartenz yang selalu hadir bersama masyarakat. Bantuan sembako sangat membantu warga, sementara Honai Belajar memberi semangat baru bagi anak-anak kami untuk terus belajar. Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjalin sehingga masyarakat dan aparat dapat saling mendukung dalam menjaga kedamaian di Tembagapura,” ungkap Derek.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.
“Polri tidak hanya hadir melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan. Ketika hubungan itu terjalin dengan baik, maka keamanan dan kedamaian akan tumbuh bersama,” ujar Kaops Damai Cartenz.
Ia menambahkan, menjaga situasi keamanan tidak cukup hanya melalui langkah-langkah operasional, tetapi juga dengan membangun komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan bersama seluruh elemen masyarakat.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menilai bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan masa depan Papua yang lebih baik.
“Melalui Honai Belajar, kami ingin memastikan anak-anak memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita. Pendidikan adalah bekal terbaik bagi generasi penerus Papua, sementara kebersamaan antara masyarakat dan aparat menjadi fondasi utama terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tembagapura akhirnya meninggalkan lebih dari sekadar rangkaian acara. Di balik pembagian perlengkapan sekolah, bantuan sembako, dan gelak tawa anak-anak, tersimpan harapan akan masa depan yang lebih damai. Melalui sentuhan kemanusiaan, pelayanan yang tulus, serta kepedulian terhadap pendidikan, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polsek Tembagapura terus membangun kepercayaan masyarakat, karena kedamaian yang sejati lahir dari hubungan yang erat antara aparat dan warga yang saling menjaga serta saling menguatkan.
Jakarta – Polda Metro Jaya mengembalikan satu unit sepeda motor milik Haerudin yang sempat dilaporkan hilang di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Motor tersebut berhasil diamankan setelah polisi mendapati dugaan pengiriman kendaraan tanpa dokumen sah melalui jasa kargo menuju Jambi.
Pengembalian kendaraan dilakukan pada Senin (6/7/2026). Motor itu merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor yang ditangani jajaran Polda Metro Jaya.
Wadirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengatakan, pengembalian kendaraan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menindak kasus curanmor sekaligus memastikan barang bukti dapat kembali kepada pemilik yang sah.
“Hari ini kami mengembalikan kendaraan milik korban yang sehari-hari digunakan untuk bekerja. Kehilangan sepeda motor tentu sangat mengganggu aktivitas korban. Alhamdulillah kendaraan berhasil ditemukan dan kami serahkan kembali kepada pemiliknya,” ujar Danang.
Kombes Danang menjelaskan, kendaraan milik korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Kamis (18/6/2026). Dari hasil penyelidikan, tim Subdit Ranmor memperoleh informasi adanya sepeda motor yang hendak dikirim ke luar daerah melalui jasa kargo.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak kargo dan melakukan pengecekan terhadap kendaraan tersebut. Hasilnya, data kendaraan itu sesuai dengan sepeda motor milik Haerudin yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Polisi kemudian mengamankan kendaraan tersebut untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Kombes Danang menambahkan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap dua orang yang diduga terlibat dan kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Selain itu, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang berperan dalam proses pengiriman kendaraan hasil kejahatan tersebut.
Pengungkapan ini sejalan dengan pelaksanaan Operasi Berantas Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya untuk menekan aksi kejahatan jalanan, termasuk pencurian kendaraan bermotor. Dalam operasi tersebut, jajaran Polda Metro Jaya meningkatkan penyelidikan, penindakan, serta penelusuran jaringan penadah kendaraan hasil curian.
Berdasarkan data sementara Operasi Berantas Jaya 2026, jajaran Polda Metro Jaya telah mengungkap 62 laporan polisi terkait curanmor. Dari pengungkapan itu, polisi menangkap 67 tersangka dan mengamankan 50 unit sepeda motor.
Wadirreskrimum menegaskan, Polda Metro Jaya akan terus memperkuat penindakan terhadap pelaku curanmor dan jaringan penadah. Ia juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menjadi korban atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran kendaraan tanpa dokumen yang sah.
Sementara itu, Haerudin menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polda Metro Jaya atas pengembalian kendaraan tersebut. Ia mengaku proses pengurusan berjalan lancar dan tidak dipungut biaya.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada jajaran Polda Metro Jaya. Alhamdulillah kendaraan saya bisa kembali dan seluruh proses berjalan lancar,” ujar Haerudin.
Jakarta Selatan – Dalam rangka mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawajati Polsek Pancoran, Aiptu Nur Cholis, melaksanakan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola bersama warga dan petugas keamanan di Komplek Perindustrian, Jl. Rawajati Timur IX RT 06/RW 08, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Kegiatan nobar yang mempertemukan warga untuk menyaksikan pertandingan Portugal melawan Spanyol tersebut dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Aiptu Nur Cholis mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta memperkuat komunikasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Melalui kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini, diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah terpantau aman, tertib, dan terkendali.
Jakarta Selatan, Polsek Pasar Minggu bersama unsur Tiga Pilar Kecamatan Pasar Minggu melaksanakan kegiatan Patroli Skala Sedang, Himbauan dan Antisipasi Kejahatan Jalanan di wilayah Kec. Pasar Minggu. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Operasi Cipta Kondisi guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Pasar Minggu.
Apel kesiapan dipimpin oleh Ipda Abdul Hamid, S.H. selaku Kanit Binmas Polsek Pasar Minggu yang juga bertindak sebagai Pawas Piket.
Dalam arahannya, Ipda Abdul Hamid, S.H. menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan anggota Polsek, TNI, dan Satpol PP yang telah hadir mengikuti apel malam ini. Beliau menekankan agar seluruh personel tetap semangat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya demi terciptanya kondusifitas di wilayah Kecamatan Pasar Minggu.
Lebih lanjut, Pawas memberikan atensi pimpinan terkait maraknya kasus kejahatan jalanan khususnya begal. Dengan adanya sinergitas dan kebersamaan dari Tiga Pilar, diharapkan situasi wilayah dapat aman dan terkendali. Tugas utama dari gabungan malam ini adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Adapun sasaran dalam Operasi Cipta Kondisi ini antara lain:
1. Daerah rawan gangguan Kamtibmas: Tawuran, Curat, Curas, dan Curanmor
2. Trotoar yang dijadikan tempat berkumpul dan parkiran sepeda motor
3. Jalan raya yang dijadikan arena balap liar dan tempat nongkrong komunitas sepeda motor
4. Tempat Hiburan Malam dan Cafe-cafe
5. Peredaran Handak, Senpi, Sajam, Minuman Keras dan Narkoba
6. Membubarkan kerumunan
7. Pemberian himbauan Kamtibmas kepada warga dan PKL
Setelah pelaksanaan apel, personel gabungan melaksanakan himbauan Kamtibmas kepada warga dan para PKL yang berjualan di depan Mako Polsek Pasar Minggu, Jl. Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Para pedagang dihimbau agar berjualan di lokasi yang telah disediakan agar tidak menghambat pengguna jalan lain. Kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap pengendara dan kendaraan roda dua yang kedapatan melawan arah.
Jakarta Selatan – Unit Samapta Polsek Pancoran terus meningkatkan patroli dialogis pada jam rawan untuk mencegah tindak kejahatan jalanan. Senin (06/07/2026) malam, petugas menyambangi pos security di Jl. Pertani No. 71, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran.
Kegiatan yang dimulai pukul 23.45 WIB tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Jamari selaku Ps. 1 Samapta bersama Aiptu Bambang Suharyanto, Banit 1 Samapta. Dalam patroli itu, petugas berdialog dengan security bernama Bapak Arif Rahman.
Kepada Bapak Arif Rahman, Aiptu Jamari menyampaikan pesan kamtibmas agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, terutama menjelang jam rawan. Security diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan di area sekitar dan segera melapor apabila menemukan kejadian sekecil apapun yang mencurigakan.
“Kami tekankan untuk antisipasi curas, curat, dan curanmor. Patroli keliling area wajib ditingkatkan. Jangan ragu hubungi kami lewat Call Centre 110 bebas pulsa jika butuh kehadiran petugas di lapangan,” ujar Aiptu Jamari.
Call Centre 110 merupakan layanan darurat Kepolisian yang aktif 24 jam untuk merespons cepat setiap laporan gangguan kamtibmas dari masyarakat.
Patroli dialogis ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat pada malam hari. Sinergi antara petugas dan security diharapkan mampu menekan potensi kejahatan di wilayah Kelurahan Duren Tiga. Hingga kegiatan selesai, situasi di sekitar Jl. Pertani terpantau aman dan kondusif.